sumber poto istimewa/perempuan berkerudung

 

sumber poto istimewa/perempuan berkerudung
sumber poto istimewa/perempuan berkerudung

 

Hijab sudah menjadi simbol kehormatan perempuan muslim sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW. Dasar persyaratan jilbab merupakan perintah Allah SWT, dalam Al-Qur’an dimana seorang perempuan muslim harus menutupi kepala, leher dan dada dengan khimar (kain penutup kepala) dan menutupi tubuh dengan jilbab (pakaian longgar), kecuali wajah dan telapak tangan.

Hijab sendiri berasal dari bahasa Arab, hajaban artinya menutupi, benda yang menutupi sesuatu, juga bermakna sebagai belakang tabir.

Hal ini sesuai surat Al-Ahzab ayat 53 bahwa apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Tabir seperti ini dapat kita lihat di mesjid dan mushola, juga sebagai pembatas shaf laki-laki dan shaf perempuan.

Hijab untuk perempuan di Indonesia lebih dikenal dengan kerudung (jilbab), dengan memakai jilbab, perempuan muslim lebih mudah dikenal, tidak diganggu untuk kegiatan luar (bermasyarakat). Agama islam telah memperkenalkan jilbab sebagai bagian dari kesopanan dan kerendahan hati dalam interaksi antara lawan jenis.

Ketika hijab menjadi gaya, penuh warna, dan produk material, maka masing-masing kelompok etnis Muslim di dunia dapat mengikuti perintah Al-Qur’an sesuai dengan latar belakang budaya mereka. Variasi gaya hijab diakui dalamhukum Al-Qur’an bahwa Islam adalah agama dunia, tidak terbatas pada satu wilayah, suku atau budaya.

Tentu kita akan melihat perempuan Muslim dari berbagai Negara menggunakan hijab yang beragam sesuai budaya dan istilah hijab. Contohnya, perempuan Muslim di Arab Saudi menggunakan cadar, perempuan Muslim Afghanistan menggunakan burqa, perempuan Muslim Pakistan menggunakan niqab,perempuan Muslim Malaysia dan Indonesia menggunakan kerudung, perempuan Afrika Timur menggunakan buibui. Islam memudahkan umat muslim, tidak mempermasalahkan gaya (model) asalkan memenuhi persyaratan khimar dan jilbab. Hijab sebagai agama dan budaya untuk berinteraksi satu sama lain, ada aspek dinamis dari syariah Islam dalam satu ruang lingkup yaitu Islam.

Perempuan muslim harus menjadikan hijab sebagai pilihan yang diperintahkan Allah SWT dalam surat An-Nuur ayat 31 bahwa mereka (perempuan) hendaklah menutup kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putera mereka, putera saudara suami mereka, saudara perempuan, wanita-wanita Islam, budak, atau laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita. Jilbab tidak hanya untuk perempuan yang pintar agamanya. Jilbab juga bukan untuk perempuan yang pintar mengaji, menghafal ayat dan hadits, dan berakhlak mulia. Namun jilbab adalah untuk semua perempuan yang mengaku dirinya beragama Islam dan muslimah. Jilbab bukanlah penghalang kegiatan dan karya, tapi hijab adalah pilihan kita sebagai muslimah, sebagai cara untuk mencintai Allah SWT, sebagai cara untuk bebas memperbaiki dan mengembangkan potensi diri serta mencegah diri dari pelecehan.

Saat mengenakan kerudung setiap perempuan muslim memiliki pengalaman hidayahnya masing-masing. kerudung tidak hanya menjadi kecantikan luar, tapi juga kecantikan dari dalam diri. Hijab membalut perempuan dengan aura Islam. Saat kerudung sudah diulur (pakai) pada diri perempuan, maka Allah SWT akan mengarahkan perempuan ke jalan yang terang.

Berhijab bukan untuk memenjarakan kebebasan perempuan tapi untuk menghargai perempuan, bahwa tubuh mereka terlalu berharga untuk dipertontonkan secara gratis kepada yang bukan muhrimnya.

Reporter : Nabila Paramitha

Editor : Dede Rosyadi