Bermula dari munculnya selebgram ‘Awkarin yang berhasil menarik viewers dan likers di Instagram. Awkarin secara sadar membentuk personal branding dalam Instagramnya. Ini lebih dikonsepkan pada aturan,tata letak foto dan tulisan caption agar menarik followers dan buyers pada produk yang diiklankan.

Bagaimana dengan isi fotonya? Tidak perlu dipertanyakan lagi, silahkan saja lihat bagi yang penasaran dan rela memberinya keuntungan dengan most viewed, likers, dan followers pada sosok yang tidak memberikan contoh akhlak Islam pada generasi. Faktanya ‘Awkarin’memang sedang melakukan branding yang dapat menguntungkan sisi ekonomi. Banyak produk kosmetik, pakaian minim, aksesoris, dan musik yang dibaginya lewat instragram.

Manfaatnya terasa yaitu banyak orang yang kenal, dapat menjadi inspirasi orang lain, bisa dapat project yang sesuai harapan, banyak yang senang dengan produk yang kita bangun, dan banyak juga yang suka minta direkomendasikan atau bahasa kerennya sekarang ‘endorse ‘. Tidak sedikit pula perempuan muslim yang sudah melek personal branding seperti artis Indri Giana, Ayu Harmas, Kenny Meriska, Amiroh Dzati,  dan masih banyak lagi. Ribuan bahkan Jutaan followers terpampang pada dinding endorser perempuan berhijab. Produk yang banyak dijual adalah hijab, gamis, produk kecantikan, tas, sepatu, dan makanan. Bagi yang suka bisnis melakukan branding bisa diterapkan.

how-to-effectively-use-instagram-for-your-personal-brand-and-business-298x300

Personal Branding merupakan cara dasar untuk memasarkan diri kita pada dunia (Arruda, 2003). Brand yang kita tampilkan berpengaruh pada apa yang orang-orang pikirkan tentang kita. Cara membangun personal branding yaitu dengan memahami diri kita dan jadilah diri sendiri; bangun hubungan dan komunikasi yang baik pada followers dengan merespon pertanyaan di komentar, tulis informasi produk dengan lengkap, selalu berbagi foto menarik, dan ingatkan pada followers pada barang yang kita rekomendasikan (Smale, 2015).

Bisnis memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi pada tingkat individu, sosial, regional, nasional, dan internasional.  Umat muslim telah lama terlibat dalam dunia bisnis. Selain pekerjaan profesional, akademis, dan pemerintahan, kegiatan bisnis juga dianjurkan bagi umat muslim. Khadijah istri Rasulullah menekuni bisnis sebagai aset ekonomi untuk kehidupannya.

Fenomena media sosial ini dapat memperkuat ekonomi perempuan muslim. Persoalan bisnis dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 29 yaitu :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali gengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.

Al Qur’an memandang bisnis sebagai pekerjaan yang menguntungkan dan menyenangkan. Kitab suci umat Islam ini memberi kesempatan perempuan untuk memanfaatkan media yang ada dan melakukan bisnis baik di dalam negeri maupun di negeri asing. Dilihat dari sejarahnya perdagangan Islam sudah melintasi berbagai negara. Hal itu berarti bahwa perdagangan lintas batas atau globalisasi bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam.

Hukum asal mu’amalah adalah al-ibaahah (boleh) selama tidak ada dalil yang melarangnya. Namun demikian, bukan berarti tidak ada rambu-rambu yang mengaturnya. Kita harus memperhatikan transaksi online yang diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur riba, kezhaliman, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya dimana ada penjual, pembeli, ijab qabul, dan barangnya.

Reporter : Nabila Paramitha