Walaupun di usia yang tidak muda lagi, umi Cia tetap semangat ikut membela agama islam, termasuk pada saat aksi damai 212. Dia ikut serta pergi ke Monas, Jakarta bersama jutaan umat muslim lainnya. Dirinya berharap di sisa umurnya bisa membrikan kontribusi untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara.

“Ini merupakan rahmat dan kebaikan yang Allah berikan, saya pun selalu bersyukur kepada-Nya. Karena masih diberikan kesehatan dan panjang umur. Doakan saja saya masih diberi umur panjang umur agar bisa bermanfaat untuk umat,” kata dia ditemui pada diskusi publik oleh PARMUSI di Hotel Cosmo Amaroosa, Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016).

Pada acara itu, umi Cia umurnya sudah tidak muda lagi, yakni 83 tahun. Namun bukan berarti usia sudah tidak muda lagi lantas kehilangan ghirah semangat berjuang ketika agama dan ayat Al-Qur’an dihina dan dinistakan.

“Menurut saya tentang sang penista agama, sangat tidak pantas lah seseorang yang akan menjadi pemimpin dan panutan bagi masyarakat ternyata dia malah membuat kerusuhan. Seharusnya dia kan menjadi pemimpin yang bisa menyatukan antar sesama. Dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 sudah jelas kita tidak boleh memilih seorang pemimpin non muslim, untuk apapun itu juga alasannya. Kalau kata Allah SWT ya gak boleh ya tetap tidak boleh,” tandas umi Cia Malik.

Padahal, kata dia, masih banyak umat muslim di Indonesia ini yang layak untuk bisa menjadi seorang pemimpin. “Apakah sebanyak umat muslim Indonesia dari sabang sampai merauke tidak ada pemimpin muslim layak kita pilih?, Saya rasa tidak akan mungkin terjadi, pasti ada yang bisa kita jadikan panutan layaknya Rasulullah SAW,” tuturtnya.
Dia juga berpesan kepada seluruh anak muda penerus generasi bangsa. Agar menjadi hamba Allah SWT yang selalu beriman dimanapun berada, bertakwa kapan saja, dan terus membaca Al-Qur’an secara tartil. Karena dengan petunjuk Al-Qur’an hidup kita bisa lebih teratur dan sebagai obat segala penyakit, termasuk penyakit iri dan dengki.

“Siapa lagi kalau bukan kalian yang muda-muda ini yang akan membela Al-Qur’an. Kalau saya kan sudah tua dan saya harus banyak-banyak mengingat kematian,” ucap mantan aktivis HMI dan juga aktif di KAHMI ( Korps alumni Himpunan Mahasiswa Islam).
Pada kesempatan yang sama Umi Cia memberikan tips agar selalu sehat dan panjang umur, yaitu menjadi hamba Allah SWT yang pemurah kepada siapa pun. “Karena barang siapa yang membahagiakan yang ada di bumi maka yang di langit pun akan membahagiakan kita juga,” pungkasnya.

 

Reporter : M Haqqi Anna Zilli

Editor     : drs