Photo by Zaky

 

Sebagian remaja yang sudah cukup umur menikah mungkin pernah mengalami hal tidak mengenakan saat rekan kerja, sahabat, saudara, dan orang tua bertanya, ‘’kapan menikah?’’.

 

Ini menjadi pertanyaan paling dihindari oleh para jomblo, apalagi kepada para wanita yang sudah memasuki umur ‘matang’ dan siap menikah namun belum menemukan jodohnya.

 

Terkadang status lajang ini menjadi bahan candaan, bahkan cibiran (hinaan). Nah, ternyata ada beberapa golongan jomblo loh.
Dalam prespektif sosiologi, ada empat kategori penyebab manusia belum memiliki pasangan hidup.

 

Pertama, jomblo Kultural, dikarenakan ada nilai harus mereka jaga, seperti doktrin agama, aturan keluarga, perjanjian kelompok (kawan-kawan seangkatan). Aliran ini didukung teori dari Emile Durkheim dengan teorinya fakta sosial.

 

Kedua, jomblo profesional yakni bahwa ada hal lebih diprioritaskan, seperti ingin menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu, jenjang karir, atau kebutuhan ekonomi beum mapan. Teori ini sejalan dengan Max Weber yakni rasional choice.

Selanjutnya yang ketiga jomblo liberal, mereka ini masih ingin bebas. Belum mau terikat apapun salah satunya oleh pasangan hidup.

 

Ada lagi, keempat jomblo radikal. Mereka ini selalu berusaha dengan cara apapun untuk mendapatkan pasangan, mulai dari merebut pasangan orang lain, atau memaksa seseorang untuk menjadi pasanganya.

Dan terakhir, jomblo struktural. Kebanyakan memilih, mulai dari segi fisik sampai perilaku pasangan yang dia sukai.

 

Namun kita tidak perlu khawatir soal jodoh, sebab Allah SWT mengatakan dalam Al Qur’an Surat Annisa ayat 1, bertaqwalah kepada Tuhan yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, mengembangbiakan dari keduanya laki-laki dan perempuan. Dan bertaqwalah kepada Allah SWT terutama mengenai hubungan tali kekerabatan, sesungguhnya Allah SWT adalah pengawas atas kamu.

 

Selain itu dalam surat Adz Dzariyaat 49 dikatakan, segala sesuatu  dijadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah SWT.

 

Dalam jodoh, Allah SWT sudah menyiapkan manusia dengan pasangan masing-masing, tanpa melihat status, rupa dan kedudukan manusia.

 

Namun bukan berarti manusia tidak mau berusaha mencari pasangan yang sudah takdirkan untuk kita. Jodoh memang di tangan Tuhan, namun jika kita diam saja, tidak berusaha, maka seterusnya jodoh akan selalu ditangan Tuhan. Jodoh itu harus dikejar dan dijemput, bukan ditunggu.

 

Egits Ahmad