Saat ini sering kita temui perempuan muslimah yang bersolek (berdandan). Sesungguhnya Allah Swt. menciptakan dan menganugerahkan perempuan dengan kecantikan. Berdandan adalah mengenakan pakaian dan hiasan serta alat hias, memperbaiki, menjadikan rapi, berhias, bersolek (kbbi.web.id). Setiap perempuan di dunia memiliki kecantikannya masing-masing. Perempuan yang sengaja mempercantik dirinya dengan sengaja membuka aurat dan menggoda pria, maka cara mempercantik tersebut dilarang.

Berikut beberapa tips cara berdandan yang baik menurut agama islam :

Pertama, hanya tangan dan wajah. Setiap jengkal tubuh perempuan adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah. Rasulullah SAW menyampaikan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud :“Asma binti Abu bakar pernah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah SAW pun berpaling dan bersabda ‘Wahai Asma, sesungguhnya seorang perempuan itu jika sudah haidh (sudah baligh) tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”. Beliau menunjukkan wajah dan kedua telapak tangannya.
Hadits tersebut diperkuat oleh Imam Syafii : “Dan setiap perempuan adalah aurat kecuali telapak dan wajahnya”.

Kedua tidak Tabarruj. Perempuan muslim boleh (mubah) berdandan (make up) dengan tidak berlebihan (tabaruj). Niat lain berdandan untuk kegiatan positif seperti bekerja, bukan untuk menggoda lawan jenis (laki-laki). Hendaklah perempuan menipiskan make up jika membuat tertarik kaum Adam (yang bukan mahram).

Arti kata Tabarruj dalam tafsir Ibnu Katsir yaitu sikap berkerudung namun tidak mengikatnya sehingga kalung dan anting yang berada di wajah dan lehernya tetap terlihat. Hal tersebut merupakan fenomena, bahwa meski mengenakan kerudung dilarang jika tidak sesuai kaidah agama.

Rasulullah bersabda: “Perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan melenggak lenggok guna membuat manusia memandnagnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan HR. Malik dalam Al- Muwathatha’mendapati aromanya. Padahal aroma surga dicium dari jarak 500 tahun”.(HR. Malik)

Berdandan yang dilarang yang mengundang syahwat seperti berpakaian tertutup tapi tipis sehingga tampak lekuk tubuhnya, berdandan berlebihan seperti membuat seksi bibir perempuan dan mata yang terlihat menggoda. Dilarang berdandan ala jahiliyah dan menyerupai perempuan jahiliyah. Tafsir Ibnu Katsir bahwaan keadaan perempuan zaman dahulu saat berjalan selalu melenggak lenggok dengan langkah manja dan memikat para lelaki.

Penggunaan parfum yang berlebihan dan bertujuan untuk menggoda kaum lelaki juga dilarang. Namun jika hal tersebut digunakan untuk menyenangkan suami maka lebih baik. Rasulullah SAW bersabda : “Perempuan mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada saat suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina”. (HR. An-Nasai, Ahmad)

Ketiga tidak Tasyabuh. Berdandan seperti perempuan kafir dilarang atau disebut Tasyabuh. Rasulullah bersabda :“Barang siapa yang menyerupai (tasyabuh) suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. (HR. Ahmad dan Abu Daud)
”Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai (tasabuh) selain kami,” (HR. Tirmidzi).

Jika seorang perempuan telah berpakaian namun berdandan mirip seorang laki-laki, maka hal tersebut telah dilarang. Misalnya mengenakan celana dan sepatu bergaya mirip seperti laki-laki, serta rambut yang dibuat pendek seperti laki-laki (tidak mengenakan hijab) maka perbuatan tersebut dilarang Agama.
Rasulullah bersabda,  “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berpakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian laki-laki.” (HR. Ahmad).

Asy-Syaikh Muhammad bin Shailh al-Utsaimin juga pernah mendengar bahwa make-up dapat membahayakan kulit wajah. Ia dapat menyebabkan kulit wajah berubah menjadi buruk sebelum mencapai masa penuaann. Beliau berharap para wanita bertanya kepada para pakar kesehatan mengenai hal ini. Jika terbukti bahwa make-up itu benar-benar membahayakan, maka penggunaannya bisa dihukumi haram atau paling tidak makruh.

Keempat di hadapan suami. Berdandan yang lebih dianjurkan lagi adalah di depan suami. Karena ketika seorang perempuan berhias untuk suaminya, maka tindakan ini akan lebih membuat sang suami cinta dan sayang kepadanya, dan membuat hubungan di antara mereka berdua lebih serasi dan harmonis. Hal ini sesuatu yang dikehendaki di dalam syariat. Dijelaskan dalam surat Ar-Ruum ayat 21 : “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga diri dan hartamu di saat engkau pergi”. Asy-Syaikh Muhammad bin Shailh al-Utsaimin mengatakan perempuan disunnahkan berhias untuk suaminya sebagaimana sang suami juga disunnahnya berhias untuk istrinya sebagaimana ia bersolek untuk dirinya.

Dan yang terakhir tidak mencukur alis, menyambung rambut, dan bertato:
Trend cantik saat ini adalah mencukur alis kemudian diganti dengan tato alis, menyambung rambut, sulam bibir dan membuat tato di kulitnya. Rasulullah SAW bersabda: “Telah dilaknat perempuan yang menyambung rambtu dan perempuan yang minta untuk disambung rambutnya, perempuan yang mencabut alis dan perempuan yag minta dicabut alisnya, perempuan yang bertato dan perempuan yang minta untuk ditato, tanpa ada penyakit”. (HR. Abu Daud).

Demikianlah definisi adab berdandan yang diperbolehkan oleh Agama Islam. Semoga kita semua termasuk perempuan-perempuan yang bisa berdandan sesuai dengan aturan Islam. (*)

Reporter : Nabila Paramitha
Editor      : Sobirin