Ini kisahku, bersama kawan-kawan baru ikut test masuk kuliah Program Magister KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami harus menjalani test tertulis dengan dua bahasa sekaligus yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tidak sampai di situ test wawancara tentang kesiapan kuliah, serta pengajuan proposal penyusunan tesis juga diminta oleh penguji.

Alhamdulillah, apa yang ada dipikiran yakni lulus test, doaku diijabah Allah SWT. Awalnya yang terbayangkan adalah kelas Magister ini terasa berat, beban tugas-tugas kuliah di depan mata, dan akan ada masalah-masalah baru, tantangan baru, semangat baru, dan teman baru.

“Kalian ini kemari sebenarnya cari masalah baru, sudah enak-enak kerja malah kuliah. Baca buku lagi, bikin tugas lagi, mikir lagi. Bayaran semester juga mahal,” canda Kang Arul sapaan akrab Dr Rully Nasrullah selaku Sekertaris Jurusan Magister KPI saat memberikan wejangan sebelum memulai perkuliahan.

“Tapi, ya ada tapinya ini. Kalian ini calon-calon orang hebat nantinya. Kalau sudah lulus Magister KPI, banyak dicari. Sekarang cari masalah, nanti kalian yang dicari orang, ya bisa jadi dosen atau pembicara di seminar komunikasi dan lain-lain lah,” sambung Kang Arul kepada kami.

Wejangan sekaligus ‘pecut’ dari Dosen Galau itu hingga sampai kini kami kenang. Berharap kelak suatu saat bisa ngajar dan ngopi bareng dengan beliau.

“Terima kasih Pak, atas masalahnya. Semoga masalah baru ini bisa kita kalahkan bersama-sama yakni jadi sarjana komunikasi, dan wisuda bareng-bareng kawan Magister KPI,” ucap salah satu kawan kami kepada Kang Arul.

Kesempatan luar biasa, bisa kuliah lagi S2. Bertemu para pengajar profesional, juga materi perkuliahan yang semakin kritis sehingga kami harus memutar otak agar bisa mencerna materi tersebut. Ditambah tugas paper yang kadang sulit dipahami, namun terobati dengan hadirnya teman-teman Magister KPI yang siap berbagi ilmu.

Dengan berbagai macam riwayat pendidikan teman-teman baru, malah menyatukan kami dengan membuat ‘terobosan’ ide yakni membangun portal berita online yang kami beri nama islamilenia.com, media islam yang kekinian sesuai perkembangan zaman. Komitmen adalah kesepakatan kami untuk memajukan islamilenia.com. Tanpa Komitmen dari teman-teman rasanya akan sulit berjalan.

Dari awal, kami selalu mengatakan bahwa kita berada di posisi yang sama, tidak ada saling menggurui, tidak ada paling pintar, kami sama-sama belajar, sama-sama berbagi, sama-sama mendukung, bahkan ingin sama-sama menyelesaikan studi S2 secara berama-sama. Intinya kekompakan dan kebersamaan yang terus kami rawat dan jaga. *

 

Dari Ruang Redaksi : Nabila Paramitha