ilustrasi bayi

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang  banyak, dan bertakwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) namanya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS. An-Nisa’:1)

Pernikahan menjadi prosesi yang sakral bagi semua orang. Setiap orang yang saling mencintai berharap hubungan mereka dapat dipersatukan di jenjang pernikahan. Ada banyak alasan pasangan untuk menikah salah satunya adalah untuk memiliki keturunan. Maksud memiliki keturunan di sini adalah pernikahan yang akan melahirkan anak-anak saleh yang berguna bagi agama dan masyarakat. Seperti sabda rasulullah “Nikahilah wanita yang bersifat penyayang dan subur, karena aku akan berbangga-bangga dengan jumlah kalian dihadapan ummat-ummat lainnya kelak pada hari qiyamat.”

Untuk pasangan yang baru menikah jika engkau ingin memiliki keturunan saleh dan berbakti kepada orang tuanya,  ada banyak hal yang harus engkau pahami dan pelajari.  Dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi atau Nasrani atau Majusi”. Untuk mendapatkan anak yang sholeh dan sholehah laki-laki dan perempuan perlu solehkan diri dahulu sebelum menikah. Siapa yang telah memasang niat untuk mendirikan rumah tangga maka peliharalah kewajiban yang telah difardhukan ke atas seorang muslim,banyakkan amalan sunat dan banyakkan berdoa agar Allah Swt. mengaruniakan anak-anak yang sholeh.

Pilih pasangan yang paham agama dan berakhlak mulia.Rasulullah s.a.w bersabda “Seorang wanita itu dinikahi kerana empat, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikkannya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu mengutamakan yang beragama, niscaya kamu berbahagia”. Untuk mendapatkan pasangan yang beragama sholeh maka laki-laki perlu solehkan diri terlebih dahulu. InsyaAllah akan mendapat jodoh yang solehah.

Ketika akan melakukan persetubuhan baca doa yang Nabi ajarkan supaya Syetan tidak masuk campur ketika hubungan. Doa tersebut ialah “Ya Allah, jauhilah kami dari syaitan dan jauhilah Syaitan dari  apa yang Engkau rezekikan  kepada kami”. Ketika istri mengandung, suami dan istri hendak membaca al-Qur’an, istri perlu mendengar tilawah Qur’an, dan suami istri mengajak bicara bayi dalam kandungan. Kemudian bila anak dilahirkan, suami hendak azankan pada telinga anaknya. Diriwayatkan dari hamba Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam (s.a.w.),ia berkata: “Saya melihat Rasulullah s.a.w. azan,seperti azan solat di telinga al-Hasan bin Ali,ketika Fatimah radhiyallahu ‘anha melahirkannya”. (Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud,at-Tirmizi,al-Baihaqi dalam al-Kubro dan ath-Thabrani dalam al-Kabir dan Abdur-Razzaq).

Selanjutnya berilah nama anak dengan nama yang baik. Dari Abu Basrah,Nabi s.a.w. bersabda: “Sebaik-baik nama kamu adalah Abdullah dan Abdurrahman serta Harits”. (Hadis Riwayat ath-Thabrani.Lihat: Sahih Jami’no.3269). Memiliki anak yang sholeh harus dibangun sedari awal berhubungan dan kehamilan. Pendidikan agama dalam kandungan penting dengan niat untuk mendapatkan anak yang sholeh, selanjutnya Allah Swt. yang berkehendak atas anak-anak kita. Semoga kita diberi amanah anak yang sholeh yang senantiasa cinta pada agama.

 

Reporter: Zulfa Rauyani

Editor: Oby & Bila