Hai Aliya

Bermata coklat
Rambutnya hitam pekat

Aliya bercerita
Ayah berkubur dalam ingatan
Satu adik lepas dari genggaman
Kenangan digulung tsunami

Di ruang mata
Aliya
Merekam
Diam diam
Air mata
Jatuh ke dalam

Aliya berkerudung hijau
Ujung rambutnya ingin ku jangkau

Tebal alis
Bukan digambar
Bibir tipis
Bukan disulam

Aduh.. Aliya
Kembang kempis ini dada
Bau lehermu
Tercecer di hidungku

Aliya berlarian
Duka mengejar kakinya
Akhir Desember belasan tahun lalu
Pada bencana lainnya ia tersungkur

Aku ke Jakarta
Aliya terus menjinakkan lindu demi lindu
Titip Aceh
Beranaklah yang banyak
Agar debar itu tetap sama
Jika aku berziarah lagi*

Aceh, Awal Desember 2016

Muslim AR

(drs)