Ilsutrasi Musik Bermain Gitar
Ilsutrasi Musik Bermain Gitar

 

 

Musik menjadi salah satu cerminan hidup muda mudi masa kini.‎ Mulai dari mencurahkan isi hati, menyampaikan sesuatu hingga mendengarkan lirik-lirik yang sesuai dengan pengalaman pribadi. Tapi bagaimana sih sebenarnya hukum mendengarkan, bernyanyi dan bermain musik bagi kita sebagai umat Islam khususnya muslim muda?

 

Tentu jawabannya kontradiktif, ada yang membolehkan ada juga yang mengharamkan. Hal tersebut dapat kita lihat dari sejumlah firman Allah dan hadits.

 

Seperti pads Surat Lukman ayat 6, “Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahwal hadits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu ejekan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan,.

 

Selain itu dalam hadits Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya akan ada di kalangan umatku golongan yang menghalalkan zina, sutera, arak, dan alat-alat musik (al-ma’azif),” HR. Bukhari.

Sementara salah satu sabda Nabi Muhammad SAW membolehkan bermain musik ialah, “Tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi,” (HR. Bukhari).

 

Ada yang berkesimpulan bahwa secara umum musik tidak diperbolehkan (haram). Namun ada juga yang berpandangan musik harus dilihat secara kasus perkasus.

Secara sains, berbagai lembaga penelitian kesehatan Amerika, Kanada menyatakan musik juga bisa diteliti dan diukur  kemaslahatannya.

 

Misalnya musik berirama tenang bisa diperdengarkan ibu hamil, sedikit besarnya berpengauh terhadap perkembangan janin. Namun musik beirama keras akan berdampak buruk pada perkembangan si anak. Contoh kasus seperti adanya perbedaan tekstur dan pertumbuhan daging ayam ternak‎ diperdengarkan ‎musik irama tenang dan berirama keras.

 

Perlu kita ketahui, nada, bunyi-bunyian yang keluar dari benda-benda ciptaan Allah, harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Musik bukan hanya sebagai alat ataupun lagu penghibur, namun musik dan lagu juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah.

 

Dengan menyampaikan pesan bermanfaat, menyatukan solidaritas, menenangkan hati, menghilangkan stres, menghibur saudara kita sedang bersedih. Apalagi jika musik dijadikan sebagai kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan lirik yang bermakna positif, menyampaikan firman dan hadits walaupun hanya satu ayat.

 

Menjadi tidak boleh apabila musik atau sebuah lagi maknanya menjurus pada kemaksiatan, membuat kondisi menjadi stres, membawa kelalaian (lahwun) artinya meninggalkan prioritas dan kewajiban sebagai umat muslim.

 

Egits Ahmad