ilustrasi

“Cobalah tidak untuk menjadi seseorang yang sukses, tetapi menjadi seseorang yang bernilai,” Albert Einstein.

Bahwa setiap orang selalu berusaha mengejar kesuksesan dalam hidupnya. Orang berusaha mati-matian sampai memeras keringat dan darah untuk meraih kesuksesan yang diimpi-impikannya.

Siang dan malam kadang tak ada bedanya, pokoknya setiap waktu dimanfaatkannya untuk kesuksesan tersebut.

Tak ada aneh dengan fenomena itu. Di zaman sangat kompetitif ini orang memang dituntut untuk bergerak cepat dan saling menunjukkan kemampuannya untuk bisa eksis.

Orang-orang dengan karakter sepert ini pada gilirannya mampu tampil sebagai pemenang kompetisi dalam berbagai bidang digelutinya.

Sebenarnya apakah kesuksesan itu semata-mata sebagai tujuan hidup semua orang?. Kenyataannya demikianlah yang bisa kita saksikan, meskipun boleh jadi ukuran keberhasilan setiap orang berbeda-beda. Dan cara orang memaknai kesuksesan juga tidak selalu sama.

Namun ada lebih penting dari sukses seperti ditegaskan Albert Einstein, ilmuwan besar abad modern, yakni apa yang disebutnya bernilai. Dengan kata lain, orang yang bernilai jauh lebih berharga daripada sekadar orang yang sukses.

Orang bernilai dapat dikenali dengan bagaimana ia memberikan kebaikan dan kemanfaatan, bukan hanya untuk diri dan keluarganya sendiri, melainkan juga untuk orang-orang banyak. Orang bernilai mungkin memiliki tidak banyak, tetapi ia banyak memberi kepada orang lain.

Di dalam perspektif agama Islam, orang yang paling baik di antara semua orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain dan paling baik akhlaknya.

‎خير الناس انفعهم للناس وأحسنهم خلقا

Betapa banyak orang-orang yang dianggap sukses dalam hidupnya: karir cemerlang, kekayaan melimpah, dan aset di mana-mana. Namun, cobalah hitung di antara mereka benar-benar bermanfaat minimal bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Boleh jadi jumlahnya tidak banyak.

Oleh karena itu, sebaiknya dari sekarang kita memancangkan niat kuat-kuat dalam diri untuk menjadi orang yang bernilai. Orang bernilai pastilah orang sukses, tetapi orang sukses belum tentu orang bernilai.

 

Iding Rosyidin, Dosen UIN Syarif Hiduatatullah Jakarta
(drs)