Ilustrasi

Seorang perempuan yang kehilangan ponselnya saat menaiki motor. Ia mengira jika ponsel tersebut tertinggal di rumah,  nyatanya ponsel tersebut raib entah kemana. Tentu saja perempuan tersebut bingung bukan main, tiap sisi di rumahnya diperiksa siapa tahu ponsel itu ngumpet atau kiranya digondol tikus. Coba untuk dihubungi naasnya sudah tidak aktif lagi “Nomor yang anda hubungi di luar jangkauan,” respon operator.

Perempuan tersebut meminta pendapat dari ibunya dan menceritakan semua kejadian yang sudah menimpanya. “Jika kita kehilangan sesuatu, coba untuk ikhlas. Tuhan tahu yang terbaik untuk hamba-Nya serta InsyaAllah , Tuhan akan mengganti kehilanganmu dengan hal yang sama atau yang lebih baik,” ujar si ibu.

Menurut ilmu tasawuf,  ikhlas berarti melaksanakan ibadah dan amal perbuatan semata-mata karena Allah. Ibadah tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, tanpa mencari pujian manusia atau maksud lain selain Allah. Al-Qur’an juga membahas perihal ikhlas, salah satunya di QS. Al-An’aam: 162-163, “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhlas adalah bersih hati, tulus hati dalam memberi pertolongan. Ikhlas sering diartikan pula sebagai tindakan menolong tanpa pamrih atau tanpa mengharapkan imbalan apapun. Karena ganjaran ikhlas adalah pahala langsung dari Tuhan.

Karena masih dirundung penasaran, perempuan tersebut mencoba menghubungi ponselnya kembali tapi tidak ada respon. Iya berusaha mengikhlaskannya meskipun data di ponsel tersebut sangat penting. Tak berselang lama, ponsel tersebut aktif kembali saat dihubungi, naum tak kunjung mendapat jawaban. Beberapa kali mencoba dihubungi tetap saja nihil. Si perempuan mencoba mengirim pesan singkat ke ponselnya. Tidak lama berselang ada balasan, “handphone kamu jatuh semalam, saya menemukannya dan sudah  diamankan,” balasnya.

Singkat cerita, akhirnya perempuan tersebut mendapatkan kembali ponselnya yang telah hilang. Saat kita kehilangan sesuatu termausk handphone yang berharga dari sisi materi dan non-materi. Maka ucapkanlah “Inna lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, yang berarti “sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali.” Ucapan tersebut adalah potongan surat Al-Baqarah ayat 156.

Islam sangat dekat dengan ikhlas, tidak hanya soal kehilangan benda duniawi semata. Hidup dan semua hal yang berasal dari-Nya, suatu saat pasti akan kembali kepadaNya. Sungguh kita tidak boleh sombong karena nyatanya semua milik adalah kepunyaan Allah semata.

 

Reporter : Eva Fauziah

 

Editor : Mitha