Dusun Rukem berada di perbukitan Desa Sidomulyo-Purworejo ini dihantam longsor pertengahan tahun 2016 lalu, hingga puluhan rumah rata dengan tanah 4 orang meniggal dunia, dan puluhan luka-luka.

Bersama warga, PPPA Daarul Qur’an membuat pipanisasi yang hancur akibat longsor, renovasi mushalla, hingga merintis program Kampung Qur’an.

Di kampung ini, 200-an Kepala Keluarga (KK) mayoritas bekerja sebagai buruh bangunan, baik  di kota Purworejo maupun merantau ke Jakarta. Para pemuda tak banyak bisa ditemui, rutinitas sehari-hari mereka tak pernah berubah dari dulu, pergi bekerja jam 6 pagi dan pulang jam 6 sore.

Sambutan ramah, senyum dan harapan mengembang dari warga dan anak-anak kampung menambah semangat melayani warga. Walaupun di awal-awal saya sangat asing bagi mereka, namun kini keasingan itu menjelma menjadi rasa kasih dan sayang.

Selama mengajar,  Saya tinggal di rumah Pak Sudiman dan Bu Painah kini menjadi orang tua angkatku.

Di ruang tamu rumahnya berukuran 3×3 meter saya biasa berisitirahat. Ruang tamu itu di sulapnya menjadi kamar pribadi saya.

Setiap sore, saya bertugas menjalankan program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Musholla Miftaahul Hudaa, untuk mengajar baca tulis qur’an (BTQ). Jarak rumah berjauhan di atas bukit tidak membuat santri patah semangat.

Dua bulan berjalan, Program-program Kampung Qur’an Rukem selama terlaksana lancar. Mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), HafalanQu (hafalan Qur’an ku), Kids Fun Game On Friday, Festival Anak Soleh (FAS), Tabungan Santri, Santri Sehat dan Cerdas, dan Buku untuk Kampung Qur’an. Semua program ini didukung penuh oleh warga untuk menunjang pendidikan terbaik bagi anak mereka.

Apalagi, saat ini dibangun Taman Bacaan Mandiri (TBM) Hasanah. Alhamdulillah, sebanyak 43 anak-anak dari usia PAUD sampai SMP yang menjadi santri Kampung Qur’an Rukem.

Allah SWT memberi kemudahan bagi saya dalam berdakwah. Dalam waktu relatif singkat, program HafalanQu mendapat antusiasme luar biasa. Tercatat santri yang mengikuti program ini semakin bertambah jumlahnya. Awal bulan Desember 2016  lalu baru 3 orang, dan kini di awal 2017 sudah mencapai 9 orang santri.

Kegiatan hafalanQu dilaksanakan setiap sore hari di hari senin sampai dengan jumat setelah semua santri mengikuti TPA. Sebagian, mereka memilih setoran usai salat Subuh berjamaah di Mushalla.

Awalnya santri menghafal Qur’an juz 30 dan surat pilihan yakni Al-Waqiah, Al-Mulk, Ar-Rohman dan surat Yaasin.

Di antaranya Yeni, Elisa, dan Septi merupakan santri memilih surat An-Naba. Tidak terasa, walaupun berat bagi mereka untuk datang setiap subuh, namun karena kegigihannya. Kini Yeni, Elisa, dan Septi sudah menghafalkan 15 ayat surat An-naba.

Sedangkan, Rama dan Romeo memilih surat Ar-Rohman, mereka biasa menghafalkan surat tersebut di rumahnya. Ibundanya membimbing Rama dan Romea untuk menghafal melalui audio MP3 menjelang tidur. Rama kini telah berhasil menghafalkan 14 ayat surat Ar-Rohman.*

Ahmad Rizal Khadafi

(ara)