خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia ialah yang paling berguna untuk orang lain,”.

Atas dasar hadits di atas itu kami belasan anak muda yang sedang menutut ilmu dan meningkatkan kualitas diri, berfikir apa yang dimiliki seseorang haruslah bermanfaat untuk orang lain, bahkan untuk bangsa dan negara. Bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tebar kebaikan seluas mungkin sehingga menjadi pribadi yang dibutuhkan (berguna) di manapun berada.

Bergerak demi perubahan bukan perkara mudah, butuh kesungguhan, nafas panjang, semangat yang tak boleh surut. Kini, di awal Februari 2017, Islamilenia.com tak lagi hanya sebuah portal. Kami perlahan bergerak menjadi sebuah yayasan.

Di Pancawati, Bogor, belasan anak muda di belakang portal islamilenia.com berkumpul dan merembukkan bentuk kerja nyata. Mereka berencana mendirikan sebuah yayasan yang progresif dan mencoba menerka kebutuhan umat generasi mendatang.

Dalam rapat kerja tersebut, membahas berbagai program revolusioner. Dari jadwal ceramah yang sudah mobile dengan live di platform media social perminggunya, rancangan tur kebudayan, pembentukan lembaga donasi infaq, hibah dan sedeqah yang akan di salurkan melalui program pemberdayaan generasi muda dengan basis teknologi. Hingga, program pendidikan dan penelitian serta program lainnya.

Islamilenia.com awalnya merupakan keresahan intelektual dari mahasiswa magister Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Keresahan dengan buruknya citra Islam dalam media massa. Ajaran agama manapun tak ada yang menyebarkan kebencian, terutama ajaran Agama Islam.

 Sekumpulan mahasiswa itu, tengah merancang perubahan dengan melegalkan, merancang yayasan, dan mulai bergerak awal tahun ini dengan kerja-kerja nyata untuk umat lewat peran sebagai intelektual Islam.

“Ini sebagai wujud sumbangsih ibadah amaliah para Mahasiswa Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) angkatan ke-5 UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta,” ujar Pimpinan Redaksi Islamilenia.com, Dede Rosyadi di Pancawati, Ciaiwi, Bogor, Minggu 12 Februari 2017.

Gerakan nyata itu disalurkan lewat perpanjangan tangan yayasan yang nantinya terus dikembangkan dengan penyaluran donasi dari masyarakat, baik itu dalam bentuk bantuan moril, materil dan sumbangan intelektual dalam mempercaya dan memperbaiki citra Islam yang sudah dikoyak-koyak oleh media massa konvensional.

Berbekal kajian media massa di perkuliahan dan praktek lapangan selama bertahun-tahun, yayasan ini nantinya akan terus berkembang dengan proses pembelajaran berkelanjutan. Meski, saaat ini, lanjut Dede, baru beberapa orang yang mendirikan yayasan. Namun, dalam kerja-kerja sosialnya nanti, akan memberdayakan umat dan segala sumber daya yang ada.

“Dengan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Mahasiswa Magister KPI ini tentunya kami yakin yayasan Islamienia foundation bakal bermanfaat untuk sesama manusia, khususnya umat Islam,” jelas pria yang akrab disapa Deros ini.

Perpanjangan tangan yayasan itu diwujudkan dalam lima departemen kerja yang ada. Pertama, dalam wawasandan peningkatan mutu keilmuan dan pendidikan, yayasan Islamilenia membentuk Divisi Penelitian dan Pengembangan. Kedua, Divisi Dakwah dan Pengabdian Masyarakat ,yang mengurusi bagaimana cara berdakwah era masa kini di zaman 2.0 ini.

“Selanjutnya ada Departemen Komunikasi dan Informasimenjadi salah satu fokus kita dalam mengamalkan keilmuan di bidang media. Selain itu ada juga Divisi Ekonomi kreatif dan wirausaha, terakhir Divisi Seni dan Budaya. Ini Juga menyasar kepada anak muda yang suka musik dan hiburan,” papar Deros.

Yayasan ini nantinya akan mengakomodir terbentuknya lembaga-lembaga lain, hingga usaha-usaha halal dalam memajukan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kompetensi intelektual generi muda Islam di masa depan. Kerja untuk “Hari INI” menurut Deros didasari dengan kerja keras, perjuangan, dan keikhlasan dengan konsep solidaritas sesama tim.

“Kami yakin dengan SDM yang berbagai disiplin ilmu yang ada di Magister KPI ini mampu memberikan sumbangsih khususnya pada masyarakat secara luas, dan agama, bangsa.  Ini kerja untuk masa depan, modalnya keikhlasan dan bergotong royong, Insya Allah ada jalan untuk sukses bersama-sama membangun peradaban,” pungkas Deros.

 

Penulis : Lim AR

(MAR)