Perempuan Berhijab Credit : Zakhi

 

Islamilenia.com, Depok — “Ibumu, Ibumu, Ibumu,” kata Muhammad Saw.

 

14.000 tahun lalu, jauh sebelum gerakan Feminisme didengungkan. Nabi Muhammad sudah berpesan, yang utama adalah perempuan, terlebih Ibu. Seorang perempuan yang bertaruh nyawa melahirkan seorang manusia ke dunia.

 

Islam tak muluk-muluk mencirikan bagaimana perempuan yang baik itu. Pesan dalam hadis nabi jelas, taklah perempuan yang baik itu mereka yang cantik, lucu, menggemaskan dan membuat hati riang memandang.

 

Namun, perempuan yang indah dan membawa ke surga itu ialah perempuan yang menjaga diri, kehormatan, menjaga rumah, harta pasangan (suami), anak, keluarga, berupaya menuntut ilmu, dan berbuat baik untuk orang lain. Hanya itu saja, tak lebih.

 

Perempuan yang mulia bukanlah perempuan yang jilbabnya dari sutera, namun yang hati, lisan dan tangannya terjaga dari perbuatan buruk yang merugikan orang lain.

 

Lelaki adalah makhluk rasional. Logika yang utama, soal perasaan tak dipikirkan, walau nanti saat sepi menyergap diri, ia tertegun dan menahan isak juga. Sedangkan perempuan logika nomor sekian, yang utama ialah perasaan.

 

Karena itu jadi salah satu alasan Allah mengutamakan lelaki dalam bersumpah atas sebuah perkara. Bukan karena tak percaya akan kejujuran wanita, tapi ya begitu, Allah sudah tahu kalau perempuan sering baper.

 

Namun, bukan berarti perempuan jadi nomor dua. Bagi Allah tak ada beda, tua muda, kaya miskin, pria dan wanita, tapi ibadahlah yang membuat seorang manusia jadi makhluk yang diutamakan Allah dari hamba-hamba lainnya.

 

Di balik ruang mata perempuan, ada telaga. Namanya air mata. Bukan, bukan pertanda kelemahan, karena tenaga bukan diukur sebagai kekuatan. Begitulah settingan Allah dari sejak lauhul mahfudz, perempuan lebih mengedepankan perasaan. Wajar jika mereka mudah tersentuh jiwa, perasaan dan matanya.

 

Rasulullah tahu, hidup berpasangan tak selamanya indah serupa kebun bunga dan kupu-kupu. Akan tiba masanya kelabu, dan mendung di hari-hari yang dijalani. Namun, Muhammad, nabi yang sangat populer itu berpesan : Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Ahmad 2/250, Abu Dawud : 4682, Tirmidzi : 1162).

 

Tak cukup sampai di sana saja, Muhammad juga berpesan bagi lelaki yang sudah, akan dan sedang menjadi suami. Kekurangan perempuan, bukanlah sebuah cela, tapi upaya Allah menunjukkan bahwa kesempurnaan hanya miliknya. Di balik kekurangan seorang perempuan, ada kebaikan.

 

Abu Hurairah berkata: ” Rasulullah bersabda : “Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci seorang wanita mu’minah, karena jika dia melihat ada akhlaknya yang tidak disenangi, niscaya dia akan menemukan akhlak lain yang dia senangi.” (HR. Muslim : 1469).

 

Tulang rusuk, dari sanalah wanita diciptakan. Jika kau paksa dengan keras meluruskannya, ia akan patah.

 

Tulang rusuk, dari sanalah perempuan dicipta. Itu sebagai pertanda, letak perempuan ditengah, menjaga jantung dan paru-paru. Jika retak dan patah, maka jantung dan paru-paru juga hancur.

 

Maka, lewat tulang rusuk, Allah memberi pelajaran. Perempuan dilindungi, bukan karena ia minta dilindungi. Namun, karena jika kau sebagai lelaki tak melindunginya, maka si lelaki sebenarnya telah merencanakan jadwal kematiannya sendiri.

 

Allah tak menciptakan wanita dari tulang kepala, karena ia bukanlah dicipta sebagai pemimpin dan segala perin tah berasal darinya. Dari tulang rusuk, sang pelindung jantung. Dari sanalah wanita dicipta, agar manusia sadar perempuan memang tak utama, tapi mereka menjaga detak peradaban.

 

Dan bagi para perempuan yang akan, dan telah menjadi Ibu. Ada doa yang tak bisa ditolak Allah. Doa yang mengetuk pintu langit.

 

“Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”

 

Nabila Paramitha