Ilustrasi pria dan seikat bunga (Credit :Zakhi)

 

 

Bukan Hujan Bulan Juni

 

Aku baru saja menziarahi negeri tak bernama
Negeri rinai
Selalu berkabut
Di salah satu sudutnya aku dihadang sepi
Di sudut lainnya ada kerinduan yang hanya dimengerti hujan

 

Aku berencana menjemput kenangan
Di antara kelentingan minyak goreng dari dapur kekasih barumu

 

Serak dari bibirmu
Menyambut kiriman sepi yang sengaja aku tahan-tahan
Di senja hujan Agustus

 

Sayangnya, kita telah berpisah di persimpangan malam
Kau ke kanan beribadah puisi dengan para penyair dan pedendang

 

Sementara itu, aku ke kiri mencari hidayah di balik bedil, kelaparan, pembunuhan, perampokan, dan sederet rantai sunyi bernama berita pagi

 

Dari hari-hari yang lelah menyeret mendung
Kisahmu menjadi kabar lainnya
Kabar pilu
Kabar sepi
Kabar yang menyakitkan
Sementara waktu di depan hidungku terus berlarian

 

Serupa inilah, hujan yang datang tidak di bulan Juni
Menghentak, merentak, menyentak
Lalu pelan-pelan kaca spionku kabur oleh embunnya

 

Serupa kenangan kita, yang pelan-pelan hilang
Dalam mi goreng sarapan siang lelakimu

 

Aku tak setabah hujan bulan Juni
Tak mampu merahasiakan rindu kepada pohon yang sudah berganti bunga

 

Apalagi menjadi bijak
Untuk menghapus jejak-jejak ragu
Pada jalan lengang nan selalu kita ramaikan dengan cita-cita

 

Lalu, setelah kau pikun dan pelupa
Siapa saja boleh menjadi air
Siapapun boleh menjadi akar
boleh menjadi pohon
menjadi ranting
Jadi batang
Siapapun boleh menjadi hujan
Siapa saja boleh menjadi perawat bunga

 

Atau, menjadi sepi yang meluluhkan

 

Karena aku tak searif perkiraanmu
Hingga segala yang tak terucapkan
Jadi tertuliskan pada akar pohon yang telah menjadi bunga lain itu

 

Menjadi bunga kertas
Bunga penggugur daun, kala musim semi
Bunga yang sudah menjadi bangkai dan digilai para pembuat sajak

 

Dari usia yang berangsur mendung
Ada rencana-rencana yang tak berhasil aku lupakan
Perjalanan ini harus aku teruskan

 

Meski malam-malammu mulai bisu
Tanpa sejarah
Tanpa cumbu
Tanpa keriangan
Tanpa kenangan baru

 

Inilah kiriman sunyi dari negeri tak bernama
Pada hujan yang bukan di bulan Juni

 

Tunggulah aku pada ziarah lainnya
Bukan untuk mengulang

Tetapi menjemput apa yang gagal dihapus hujan

 
Padang, 2013-2015
Muslim AR