Al-Farabi/sumber:wikipedia
Al-Farabi/sumber:wikipedia

 

 

Seniman dan musisi kebanyakannya pada umumnya lebih tenar dari segi dunianya. Ada yang kawin cerai, ada hobby ganti-ganti kendaraan mewah dan musisi ada juga terjerumus narkoba. Namun, lain dengan ahli musik zaman dahulu. Salah satunya Muhammad Bin Al-Farakh Al-Farabi berasal dari Kazakhstan, dengan musiknya membawa orang dekat kepada sang pencipta, Allah SWT.

Sekedar informasi Al-Farabi dikenal Multidisipliner (Mutafannin), ahli ilmu fiqih, pakar dalam bidang Musik, ahli filsafat di zamannya, menguasai beberapa bahasa, di antaranya bahasa Arab, Yunani, Suriah, dan mengarang kitab/buku sebanyak 117 karya, namun sebagian besar karyanya hilang.

Dalam dunia musik, dcia sempat menciptakan beberapa syair lagu yang bernama al-Musiqa. Musik disajikan bukan seperti musik-musik kebanyakan melalaikan pendengarnya, akan tetapi musik membawa pendengarnya semakin dekat kepada Allah SWT.

Menurut salah seorang ilmuwan dari Perancis, notasi ada sekarang yaitu ” Do Re Mi Fa Shol La Si Do” berasal dari ilmuwan islam. karena Notasi itu merupakan transliterasi dari ” Mi Fa Shad La Sin Dal Ra”.

Jadi kesimpulan yang kita ambil yakni, ulama dahulu gemar sekali dengan ilmu pengetahuan, bukan hanya Al-Quran, hadits menjadi objek kajian, tapi kesenianpun ikut dikaji mengikuti perkembangan zaman. Setinggi-tinginya ilmu ulama pada saat itu, mereka masih menjaga nilai-nilai kesufi-an.

Musik memang masih menjadi masalah kontroversi, bisa dilihat dalam kitab Ihya Ulumiddin. Namun hal itu tergantung dari manfaat dan mudharat yang timbul kepada pendengarnya.

 

Kontributor : Ahmad Al-Farisi