Islamilenia.com, Jakarta – Berapa kali Anda melihat pengemis di kehidupan sehari-hari? Atau sudah berapa orang mendatangi meminta sumbangan, sekelompok orang mengumpulkan dana untuk kegiatan bakti sosial.

 

Tentunya, prasangka tidak bisa dielakkan. Perasaan berat mengeluarkan uang untuk bersedekah, mulai berpikiran, kalau dana itu tidak jelas alurnya, atau lebih sering saya dengar, “yang penting ikhlas pak, bu”. Kalimat pamungkas ini menjadi senjata ditambah dengan “percuma dong sedekah kalo kagak ikhlas,”.

 

Oke, dari kalimat itu Saya tidak akan memperdebatkan masalah definisi ikhlas. Karena akan sangat panjang pembahasannya. Saya akan coba melihat dari sisi lain.

 

Dengan logika sederhana, lebih bermanfaat mana orang tidak bersedekah dengan orang bersedekah tapi terpaksa? Tentu orang diberi sedekah akan merasa bahagia dan Insya Allah merasakan manfaatnya. Urusan ikhlas atau enggak itu urusan kita dengan Tuhan. Tapi, saya yakin Allah Maha mengetahui dan mewajarkannya. Syukur-syukur, kalau kita bisa bersedekah tanpa berfikir apapun, sudah menjadi kebiasaan (habitat).

 

Awalnya pasti merasa berat, tapi harus kita paksakan. Tenang saja, semua butuh proses untuk mencapat ikhlas tingkat Dewa. Yang penting kita masih berguna untuk orang lain. Seperti Sabda Rasulullah:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”.

Inget bermanfaat bukan dimanfaatkan ya guys. he.. he..

 

Jangan lupa isi dompet, cukup apa gak buat sedekah. Sesuaikan dengan kadar kita asalkan tidak menganggu kebutuhan primer malah bisa menyebabkan atau merepotkan orang lain. Menyampingkan kebutuhan skunder untuk bersedekah Insya Allah jadi berkah. Semakin besar apa kita berikan maka semakin besar pula manfaat dirasakan. Karena bagi saya ikhlas itu harus dipaksa, bukan ditunggu seperti halnya jodoh. Ehhh.. maap kalo tersinggung.

 

Tentu, dalam bersedekah kita tidak boleh meminta imbalan apapun, baik materil ataupun jasa (pamrih). Apalagi mempermalukan si penerima di depan orang banyak. Seperti kalimat orang-orang bijak dulu bahwa orang kaya itu adalah mereka yang bisa memberikan sebanyak-banyaknya dia miliki, bukan memiliki sebanyak-banyaknya dia dapat.

 

Yuk mari, mulai detik ini kita biasakan bersedekah, jadikan sedekah sebagai kebutuhan dasar. Enggak percaya dengan janji Allah?. Wajar namanya juga manusia. Yang jelas tidak selalu Allah mengganti rezeki kita dengan rezeki juga. Karena jalan kebahagiaan diberbagai sudut antara galaxy dan bumi dan Allah sudah siapkan itu.

 

Egits Ahmad