Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan disiksa di Neraka gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati, karena itulah dia masuk Neraka. Kemudian perempuan itu tidak memberi makan dan minum kepadanya tatkala dia kurung. Dan diapun tidak melepaskannya supaya bisa menangkap dan memakan serangga-serangga bumi,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukan kepada kita betapa Islam sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Tidak hanya kepada sesama manusia, bahkan kepada seekor binatang sekalipun. Akibat tidak menaruh kasih sayang kepada seekor kucing, perempuan tersebut harus merasakan pedihnya siksa Neraka. Islam adalah rahmat untuk semesta alam. Bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk binatang.

Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan. Hal ini menunjukkan kerasnya tabiat itu, betapa buruk akhlaknya serta tak ada belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti, jika di hatinya terdapat belas kasih, pastinya dia melepaskan kucing itu.

Dikurungnya sepanjang siang dan malam, kucing tersebut tentunya merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas meminta pertolongan kepada majikannya. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenali oleh sang majikan. Akan tetapi hati sang majikan ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing, juga tidak menghiraukan harapan dan impiannya untuk tetap hidup, sampai pada akhirnya suara kucing itu melemah dan menghilang. Kemudian kucing itupun mati. Lantas kucing itupun mengadu kepada Rabbnya tentang kezhaliman majikan yang hatinya keras seperti batu.

Jika sang majikan ingin kucing ini tetap hidup di rumahnya, tanpa ada keraguan sedikitpun, dia pasti merawatnya dengan tidak mengurung kucing, kemudian diberinya makan dan minum sampai pada akhirnya kucing itupun tidak merasakan penyiksaan, kelaparan, dan kehausan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kita mengenai meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika ia enggan memberinya makan yang menjaganya dari hidup, maka ia harus membiarkannya bebas di bumi Allah yang luas ini. Sudah pasti ia mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Dan Allah telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitupula dengan serangga-serangga yang ditangkapnya.

Perbuatan ini tentunya sangat mencelakakan wanita tersebut hingga pada akhirnya wanita tersebut masuk ke dalam Neraka. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.

 

Penulis : M. Najmuddin Hasbullah

RIN