Menikmati Sunste Pulau Angso Duo (Credit : MAR)

 

Islamilenia.com, Pariaman, — Pulau kecil yang cantik, dengan banyak batu karang dan kerang-kerang laut yang sering kali terdampar di tepi pantai di pulau ini. Pantainya berpasir putih bersih, dan juga amat lembut di pijak. Jadi meski anda menapakkan kaki ke pasir tanpa memakai sandal, itu tidak akan membuat kaki menjadi perih. Lokasi ini bernama Pulau Angso Duo.

Pulau Angso Duo merupakan sebuah pulau kecil yang ada di Kota Pariaman, dan pulau inilah yang berada paling dekat dari bibir pantai Pariaman. Panati yang tepat untuk menyeberang ke sana adalah dari Pantai Gandoriah.

Dari Pantai Gandoriah ini, akan terlihat tiga jajaran pulau. Yakni Pulau Angso Duo, Pulau Tangah dan Pulau Ujuang. Untuk menuju ke Pantai Gandoriah, tidaklah terlalu sulit, karena banyaknya angkutan umum dalam kota yang siap mengantarkan anda. Dari sana, kita bisa menyeberang menggunakan Speedboat, Perahu atau Kapal motor untuk menuju Pulau Angso Duo.

Menikmati Sunste Pulau Angso Duo (Credit : MAR)

Pantai ini berada di Pulau Angso Duo yang masuk dalam wilayah Kota Pariaman. Jadi kalau kamu mau kesini ya mau nggak mau harus menyebrang dulu. Nhah kamu bisa menyebrang ke pulau ini melalui Pantai Gandoriah. Untuk menuju Pantai Gandoriah, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun mau menggunakan transportasi umum yang banyak tersedia.

Kalau kamu pengen cepet dan murah tapi dapet pemandangan khas ranah Minangkabau yang berupa perbukitan, sungai, persawahan, kamu bisa coba menggunakan kereta api untuk menuju pantai gandoriah. Dengan harga tiket Rp 3.000 untuk jurusan dari Stasiun Simpang Haru atau Stasiun Tabing, Kota Padang ke Stasiun Kereta Pariaman. Setelah sampai stasiun nanti kamu masih berjalan lagi. Tapi tenang, nggak jauh kok. Cukup berjalan kaki satu menit ke Pantai Gandoriah. Untuk menyebrang ke Pulau Angso Duo dari Pantai Gandoriah menggunakan perahu motor selama 10-15 menit dengan biaya Rp 35.000 per orang pergi-pulang. Penyeberangan terakhir menuju Angso Duo pukul 15.00, sementara untuk pulangnya pukul 18.00.

Menikmati Sunste Pulau Angso Duo (Credit : MAR)

Keadaan tanah pulau yang relatif datar membuat sejumlah wisatawan memilih berkeliling pulau. Ada yang menyisir pantai atau berjalan kaki lewat di tengah pulau yang didominasi vegetasi hutan dengan jenis pohon seperti aru dan kelapa. Tak perlu takut tersesat karena di tengah hutan disediakan jalur pejalan kaki yang memudahkan wisatawan. Pasir putih Angso Duo yang bersih dan lembut saat dipijak, terasa lengkap oleh air laut jernih dan berombak kecil. Di pulau ini ada mitos bahwa jika dapat mengelilingi pulau dengan berjalan kaki kemudian berdoa, apa yang diharapkan akan terwujud.

Di kawasan hutan ini juga terdapat obyek wisata pendukung, yaitu makam berusia ratusan tahun sepanjang empat meter yang sering dikunjungi wisatawan untuk berziarah. Makam itu diyakini milik Syekh Katik Sangko (kerabat Syekh Burhanuddin, ulama penyebar Islam di Minangkabau). Nama ulama tersebut dikaitkan dengan mitos asal mula nama Pulau Angso Duo, yakni petunjuk berupa awan berbentuk angsa yang membawa sang ulama datang dan menetap ke pulau itu.

Terlepas dari mitos tersebut, Pulau Angso Duo memang indah. Tidak hanya pasir putih dan ombak yang tenang, pulau itu juga memiliki kekayaan bawah laut yang memesona. Di sisi timur pulau terdapat terumbu karang seperti jenis arcopora serta biota laut seperti teripang. Terdapat juga berbagai jenis ikan hias dan karang sehingga cocok untuk wisatawan yang gemar snorkeling dan menyelam.

Liburan ke Angso Duo ditutup dengan pemandangan yang menawan saat matahari akan terbenam. Langit yang menjadi jingga dan air laut yang tampak keperakan terkena senja terlihat begitu indah. Keindahan itu bahkan tetap bisa dinikmati saat kita berada di kapal atau ketika sampai lagi ke Pantai Gandoriah.

Di Pulau Angso Duo, ada pula sebuah Musholla, yang sering disebut dengan Surau Khatik Sangko. Selain digunakan untuk tempat beribadah, kerap kali orang datang berziarah ke sini, karena disampingnya juga ada sebuah makam. Di dalam makam itu, dikebumikan Panglimo Kacang Hitam. Ia merupakan salah seorang pemuka Islam di Pariaman. Makamnya sendiri mempunyai panjang sekitar 3 meter.

Menikmati Sunste Pulau Angso Duo (Credit : MAR)

Pulai ini akan bertambah ramai di tengah masa liburan, banyak pengunjung yang juga berkemah dan menyusuri pulau kecil ini. Ada juga yang menyelam, karena kondisi laut di sini juga memungkinkan untuk melakukan aktifitas itu.

Pemandangan di kala sunset di tempat ini juga amat menawan, disaat langit berubah warna menjadi merah jingga. Air laut yang terkena pantulan cahaya pun terlihat seolah-olah berwarna keperakan. Saat-saat seperti inilah yang paling sering di tunggu para wisatawan. Sensasi ini hanya bisa kita temui di Pulau nan amat memikat ini.

 

(Ed2/)