Ilustrasi Bergosip. Credit by Egits Ahmad. Model @endahpuji, @Mirnameisela @Kristina

Ilustrasi – Credit by Egits Ahmad – Model @endahpuji @Mirnameisela @Kristina

 

Berkumpul, berbincang dan hangout dengan teman – teman menjadi hal yang sangat disukai. Apalagi ditengah-tengah kesibukan butuh rencana matang luar biasa untuk menentukan jadwal pertemuan. Yaahh walaupun ujung-ujungnya ada yang sibuk sendiri dengan gadgetnya. Apalagi merencanakan pertemuan hanya untuk membicarakan satu orang, adduhh penting banget nampaknya.

 

Zaman sekarang harus banyak berhati-hati, banyak sumber ghibah.
apa sih ghibah? Ghibah itu bahasa arab yaitu gosip, atau dalam bahasa inggris rumour.

 

Dewasa ini susah membedakan batasan – batasan boleh dan tidaknya, mengapa? karena sudah menjadi kebiasaan atau lumrah. Sering dijumpai setiap pagi beberapa media (TV) yang mendustakan, atau mengghibahkan kalangan selebritis. Ko kedengerannya lebay ya? Ya emang begitu.

 

Baru bangun dari ranjang sudah disajikan sarapan infromasi yang belum jelas kebenaranya atau ada yang jelas kebenarnya tapi tentang keburukan orang. Nikmat rasanya melihat keburukan orang atau ikut-ikutan dengan meneruskan informasinya ke rekan yang lain. Nah kan jangan sampai bilang ” Lebay itu kan artis, toh enggak kenal juga”. Hhmmm Benih-benih ghibah sudah mulai tumbuh dari hati semenjak matahari terbit sampai ayam berkokok lagi.

 

Jika definisi ghibah itu sendiri Menurut Rasullulah dalam hadist riwayat Muslim:
“Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul ada pada dirinya? Beliau menjawab, Jika yang kalian katakan itu benar berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika apa yang kalian katakan tidak benar berarti kalian telah memfitnah”.

 

Lalu apa saja yang dibenci dalam definisi ghibah itu sendiri? Imam Nawawi mendefinisikan apa yang dibenci baik dari badan, agama, fisik, perilaku, harta, keluarga, raut muka dengan memberikan ketidaksukaan dalam bentuk isyarat atau ucapan, atau perbuatan. Jadi kalo kita liat muka orang yang ngeselin buru-buru berpaling biar hati ini terjaga, karena mungkin bisa aja kan muka dia memang seperti itu :D.

 

Dalam QS Al-Hujarat 12, orang yang menggunjing seperti halnya memakan daging saudaranya sendiri. Serem juga yah, akh tapi nampaknya kurang mempan bagi sebagian orang dengan analogi ini.

 

Namun tak perlu khawatir, atas izin Allah SWT ada beberapa ghibah yang diperbolehkan dengan contoh untuk menyelamatkan seseorang dari orang lain yang buruk, (orang yang bermabuk, orang yang berniat jahat).
Dalam QS An Nisa 148 bahwa: “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

 

Demi menghindari ghibah, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, yang pertama jika sedang menoton infotaiment matikan saja atau pindah channel. Jika di sedang bergunjing di grup sosmed, silahkan left grup. Tapi yang ini sepertinya tidak mungkin karena khawatir dianggap cemen atau lemah, Atau untuk mengalihkan pembicaraan silahkan chat saudara dan orang tua, kalau takut ditanya kapan nikah ya sudah chat temanmu yang bisa diajak ngobrol bermanfaat. Pokoknya sebisa mungkin menghindari ghibah.

 

“Dan apabila mereka mendengar lagwu (kata-kata yang tidak bermanfaat) mereka berpaling darinya”. QS Al-Qashash : 55. Itulah Firman Allah.

 

Karena jangan sampai apa yang kita lihat dan kita dengar, menjadi penyakit yang kronis dalam hati. lebih lagi menjadi candu yang rasanya jika satu hari saja tidak membicarakan orang seperti taman tak berbunga.

 

Egits Ahmad