Ilustrasi. Model @hasbuu_ dan @evakhomisah
Ilustrasi. Model @hasbuu_ dan @evakhomisah

Photo by Aldy H.S

 

Menghadiri pernikahan untuk yang kesekian kalinya dalam beberapa bulan terakhir ini. Saya doakan siapa saja yang menikah pada hari ini (pasalnya ada juga teman yang nikah) semoga sakinah, mawaddah, warahmah, bahagia selamanya dan hanya maut memisahkan.

 

Ada beberapa hikmah bisa diambil dari berbagai pernikahan tersebut. Yaitu dari beberapa pernikahan yang saya liat mereka sudah sangat SIAP !. Bahwa pernikahan itu bukanlah siapa cepat dia dapat namun pernikahan adalah siapa yang SIAP dia dapat. Keren kan.

 

Meski ada beberapa masih menempuh bangku kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi itu tidak menjadi halangan buat sebagian untuk menikah.

 

Bukankah menikah adalah cara terbaik untuk mencinta? Menikah adalah sunnah Rasulullah SAW, dan itu akan menyempurnakan separuh agama kita. Menikah adalah cara terbaik untuk kita menjadi lebih bahagia, tenteram, damai, dan mencapai kebahagiaan dunia maupun akherat.

 

Teringat dengan sebuah pepatah dalam bahasa latin. Kata-katanya seperti ini, “Vox audita perit, Littera scripta manent” yang kurang lebih berarti Kata-kata apapun kita ucapkan akan mudah hilang dan terbawa angin. Sedangkan kata-kata kita tulis akan langgeng selamanya.

 

Maksudnya apa? Wanita sebenarnya tidak ingin kata-kata bualan dan gombalan dari para lelaki buaya. Misalnya  “kamu lah yang pertama dan terakhir untukku. Bidadari dunia memang tidak bersayap, akan tetapi dia berhijab, yaitu kamu”.

 

Wah siapa yang tidak klepek2 dengan gombalan seperti itu, iya kan?

 

Namun lebih dari itu, bahwa wanita butuh kepastian. Tidak dengan gombalan maut karena kata-kaya yang diucapkan tersebut akan mudah hilang dalam hitungan jari. Namun ketika pada saat engkau wahai para lelaki menuliskan nama berdua di buku nikah, nah ini baru Insya Allah bakal langgeng untuk selama-lamanya di dunia, hanya maut yang dapat memisahkan.

Amiiin Ya mujibassailin.

 

Intinya apa lagi? Jangan sekedar kata-kaya saja. Namun harus dibuktikan dengan action (kenyataan/bukti). Karena Wanita itu butuh kepastian. Ingat menikah adalah cara mencintai yang terbaik.

 

Saya tidak tau kenapa harus menulis seperti ini. Padahal saya sendiri belum menikah akan tetapi sudah berani untuk berbicara tentang pernikahan. ” Ya Allah jauhkan kami dari godaan duniawi, dan dekatkan kami kepada para malaikatmu dan terlebih kepada-Mu. Sehingga jiwa ini menjadi baik dan tidak memainkan hati (perasaan) wanita”.

 

Bagi kawan-kawan yang belum bertemu jodohnya dan belum berani memberi kepastian kepada calon pasangan hidup, semoga disegerakan. Dan doakan agar kita setia sekaligus segera mendapatkan jodoh yang terbaik di menurut Allah SWT.

 

Penulis : M. Haqqi Annazilli