Photo by Egits
Photo by Egits

لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

 

Bukanlah keindahan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya keindahan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.

 

Pada umumnya orang mudah terpukau oleh tampilan lahiriah. Saat orang berpakaian serba indah dan mahal, begitu banyak penghormatan yang diterimanya. Ketika orang mengendarai kendaraan mewah, begitu melimpah puja puji mengalirinya.

 

Cobalah engkau pergi ke restauran (tempat makan) kelas atas. Saat engkau menggunakan mobil mawah, semua pelayan akan membungkuk dalam-dalam di hadapanmu. Mobilmu akan diparkirkan tanpa takut akan diapa-apain. Tetapi cobalah engkau ke sana dengan mobil biasa-biasa saja, kadang para pelayan itu melirik pun malas-malasan.

 

Demikianlah gambaran kehidupan kerap ditemukan dalam realitas sosial sehari-hari. Penghargaan dan penghormatan masih sebatas pakaian menghiasi kita. Sementara isinya, yakni siapa memakainya, tidak dipentingkan benar.

 

Padahal itu semua adalah keindahan semu belaka, keindahan yang akan mudah pudar seiring berjalannya waktu. Keindahan sejati itu adalah keindahan ilmu dan kesopanan. Seharusnya, semakin tinggi ilmu seseorang dan semakin baik akhlaknya, penghargaan dari masyarakat pun akan semakin tinggi.

 

Masyarakat lebih menghargai orang-orang berilmu dan berakhlak mulia, tentu akan menjadi masyarakat yang baik pula. Di masa lalu banyak masyarakat hancur karena mengabaikan keberadaan orang-orang berilmu dan berakhlak mulia.

 

Mari jaga akhlak, jaga hati, jaga pandangan, dan tebar kebaikan kepada setiap orang.

 

Penulis : Iding Rosyidin