Es krim Ragusa Italia yang katanya paling tertua dan paling lama di Indonesia dari tahun 1932. Alamat nya di jalan veteran I/10, Gambir, Jakarta (dekat masjid Istiqlal). Kalau dari tempat saya (Ciputat) naik kereta stasiun pondok ranji dan turun di stasiun janda, eh salah Juanda. Hehe

Konon sejarah dari es krim ragusa ini berawal dari dua orang berkebangsaan Italia ingin belajar menjahit di Ibukota Jakarta Pusat, yaitu Luigie ragusa dan Vincenzo ragusa. Setelah mereka lulus mereka pergi ke Bandung dan bertemu dengan seorang perempuan memiliki peternakan sapi.

Pada saat itu mereka berdua memiliki ide bagaimana susu sapi ini bisa dimanfaatkan. Muncul ide susu dijadikan bahan utama untuk membuat es krim. Bukannya menjadi penjahit, malah menjadi penjual es krim ternyata es krim mereka banyak dibeli dan laku hingga sekarang. Wah ini yang dinamakan dengan sambil menyelam minum air atau bisa sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui. Oke segitu aja ya tentang sejarahnya.

Soal rasa?, Rasa tidak akan pernah bohong. Kalau soal rasa sich kembali ke perspektif masing-masing. Saya sendiri orang yang sangat hobby mencicipi wisata kuliner,  es krimnya tak kalah enak kalau dibandingkan dengan es krim lainnya.

Tadi saya memesan banana split dan spesial mix, ya rasanya kalau dinilai dari 1-10 es krimnya mendapatkan nilai 7,5. Karena rasa antara satu es krim dengan yang lainnya tidak ada bedanya. Cuma beda warnanya saja. Jadi tidak ada perbedaan rasa mau itu warnanya coklat, putih, ataupun pink.

Kalau soal harga?, cukup murah sesusi kantong mahasiswa tidak terlalu mahal. Apalagi kalau mahasiswa yang terkena penyakit kanker (kantong kering). Harga cukup bervariatif mulai dari harga Rp 35 ribu sampai Rp 20 ribu.

Lalu bagaimana dengan tempatnya?, Sangat tidak di sarankan bagi teman-teman yang tidak sabar menunggu. Karena kita harus mengntri. Menurut saya antreannya panjang bangat. Jadi bagi anda yang tidak sabar untuk menunggu, tempat ini sangat tidak recommended bagi kalian yg ingin menjadikan sebagai tempat wisata kuliner atau tempat nongkrong. Lah wong harus sabar mengantre mengambil pesanan dan tempatnya.

(M.Haqqi Annazilli)