Ku memanggilmu Aba
Bukan abah, bukan baba
Hanya Aba

Malam-malam begini
Sering ku teringat dirimu
Ketika ku luruh dalam doa-doaku
Ku titip pesan pada Tuhan
Tolong sampaikan rinduku padamu
Rindu yang telah tertumpah ruah
Tak ada lagi wadah yang bisa menampungnya

Aba..
Aku kangen
Kangen dengan kebersamaan kita dahulu
Senyummu, tawamu, sapamu
Menautkan hatiku padamu
Kau jarang mencium pipiku
Tapi ku tau betapa tingginya kasih sayangmu
Kau jarang membelaiku
Namun tak perlu ditanyakan lagi cintakah kau padaku
Cinta dan sayang kita hanya ada dihati
Tanpa pernah terasa penting untuk diucapkan

Aba..
Sering ku membayangkan sosokmu,
Sosok tinggi besarmu
Mengenang senyummu yang menghangatkan
Tatapanmu yang meneduhkan,
Pesan-pesanmu yang menentramkan
Dan untaian doa-doa disepertiga malam yang selalu kau lantunkan

Aba
Ku ingat kau selalu membangunkan aku dan warga sekitar dengan suara khasmu
Bangun….
Bangun….
Bangun….
Menembus setiap bilik dan genting rumah
Supaya kami tidak tertinggal sepertiga malam yang mulia
Setiap hari tanpa pernah alpa

Aba..
Hatiku sesak
Mataku basah
Mengingatmu sungguh menimbulkan rindu yang tak bertepi

Begitu indah kenangan yang kau torehkan

Ya Allah..
Ampuni dosa orang tuaku
Sayangi dia
Maafkan segala kesalahannya
Terimalah segala amal baiknya
Berikanlah Ia sebaik-baik tempat disisi-Mu

(Dian Rahem)