Sejatinya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi di alam ini atas izin dan kehendak Allah. Itulah sepenggal kalimat yang Saya yakini hingga hari ini. Tidak ada daun yang jatuh dan pasir yang bergeser di lautan tanpa izin Allah. Semuanya ada dalam pengetahuan dan genggaman Allah.Kita dipertemukan dengan orang-orang yang menyenangkan dan menyebalkan dalam hidup ini bukanlah tanpa maksud.

Hal ini bertujuan agar kita tumbuh menjadi pribadi yang matang. Demikian pula dalam hal bisnis, maju atau mundurnya bisnis yang kita jalankan, bahkan kebangkrutan bisnis tentu ada maksudnya. Semua itu untuk menggembleng kita menjadi pebisnis yang tangguh, pebisnis yang istiqomah, penuh sabar, dan tawakal.

Maka, ketika ujian datang bertubi-tubi di hidup kita, mendekatlah kepada Allah. Karena setelah kita lulus ujian, maka akan segera diikuti dengan nikmat dan karunia-Nya. Kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang bisa bersinergi dengan kita untuk membangun dan mengembangkan bisnis kita. Kemudahan-kemudahan dalam menjalankan bisnis juga akan kita rasakan.

Kita akan sering memeroleh rezeki yang tidak disangka-sangka. Banyak orang yang menyebut hal-hal seperti ini sebagai sebuah kebetulan. Padahal, sejatinya itu bukanlah kebetulan. Itu adalah grand design Allah yang telah diberlakukan-Nya di alam ini.

Allah telah menciptakan hukum-hukum-Nya di alam ini berikut konsekuensi-konsekuensinya. Siapa saja yang mengikuti dan berjalan selaras dengan hukum-hukum Allah, maka ia akan memeroleh konsekuensi-konsekuensi yang baik. Akan tetapi, siapa saja yang melanggar hukum-hukum Allah, maka jangan menyalahkan siapa pun ketika konsekuensi buruklah yang diterima.
Contoh sederhana, Allah telah menetapkan hukum-Nya bahwa siapa saja yang sungguh-sungguh, dia akan berhasil. Sebaliknya, siapa saja yang malas, dia akan gagal. Maka, ketika ada orang yang bermalas-malasan, kemudian memeroleh kegagalan, maka jangan menyalahkan siapapun. Salahkan diri sendiri karena memilih bermalas-malasan.

(Arief Budiman)

*Sumber: Buku “Menjadi Muslim Milyarder”

SHARE
Previous articleAbang
Next articleJengkol dan Krisis Sosial