Menyelesaikan tugas akhir memang sudah kewajiban para calon Magister KPI UIN Syarif Hidayatullah jakarta. Bermula dari obrolan ketua prodi Magister KPI UIN Jakarta, DR Sihabudin Noer yang ‘gelisah’ terhadap mahasiswanya, tiap angkatan selalu mendapat kendala dalam penyelesaian tugas tesis.

Sebab itu, pria asal Jambi ini berinisiatif mengumpulkan para mahasiswa Magister KPI di Rumah Kita alias Bascamp Islamilenia.com, yang di mana selama ini tempat itu menjadi roda pergerakan ide dan wadah penyaluran bakat menulis teman-teman Magister KPI angkatan 5.

“Kita perlu ngumpul nih, ngobrolin soal pembuatan tesis. Gimana kawan-kawan (para mahasiswa)?, kalian sudah saatnya mengajukan proposal tesis biar nggak telat slsai kuliah,” ujar pria berkacamata tersebut.

Lebih jauh, Sihabudin memaparkan bahwa agenda bedah proposal tesis ini sangat bagus dan penting untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa Magister.

“Jangan sampai terlena dan lupa menuyusun tesis. Karena angkatan sebelumnya banyak yang masih belum menyelesaikan tesis. Sebab itu kita mau teman-teman semangat. silahkan diatur waktu dan tempatnya ya,” pinta dia.

Acara bedah pembuatan tesisi ini dikemas sedemikian menarik. Mulai dari buka puasa bersama, sampai ngaruing selonjoran sambil makan cemilan dan buah-buahan. Tidak ketinggalan kopi hitam. Sruput…

“Anggap saja ini (bedah proposal tesis) qiyamul lail di bulan ramadan,” canda Sibab.

Suasana semakin seru saat pemateri sekaligus Sekjur Magister KPI yakni DR Rulli Nasrullah M.SI atau yang lebih akrab disebut Dosen Galau Kang Arul ini saat memaparkan “temuannya” bagaimana trik dan jurus agar mudah menggarap tesis dan melihat seberapa komptetensi seseorang dari hasil karyanya.

“Menyusun tesis itu enggak harus pinter banget, yang dibutuhin adalah bagaimana kelihaian kita dalam mencari referensi, sumber-sumber bacaan dan menggunakan teknologi,” kata Kang Arul.

“Kita bisa tahu orang itu berkualitas atau enggak, ya disini (sambil menunjuk salah satu web yang berisi karya-karya seseorang),” imbuhnya.

Dengan pemaparan Kang Arul, para mahasiswa sudah tidak lagi takut apalagi “panas dingin” soal pembuatan tesis. Sebab, jika ada kemauan dan sedikit keahlian menggunakan teknologi, Insya Allah ketakutan itu bisa diatasi. Tentu dengan diiringi doa kepada Allah SWT.

“Jika kita sudah ada niat menulis tesis dan dilakukan sehari satu lembar tulisan sajah. enggak sulit koq, asal mau memulai. Ya minimal kata pengantar saja dulu, itu kan sudah ada niat membuat tesis,” kelakar Kang Arul.