Tak kenal maka tak sayang. Begitu ungkapan pribahasa. Sering kali kita melihat seseorang dari sisi lahirnya saja, namu lupa pada hakikat kemampuan (skill) seseorang.

Kadang kita suka tertipu dengan penampilan secara zohir. Orang yang berpakaian gamis lantas kita langsung menilai dia itu seorang ustad, ada orang yang berpenambilan funk rock and roll, kita lantas menilai dia itu seorang preman ataupun gelandangan padahal dia itu suka berdakwah di masjid mengisi pengajian tiap malam minggu.

Begitu realitas di masyarakat di Indonesia, menilai sesuatu dari apa yang mereka pakai. Namun, hal itu sudah bergeser dari image pemikiran orang-orang terdahulu.

Siapa bilang ustad (orang yang punya wawasan keilmuan agama) itu hanya bisa ceramah bicara surga dan neraka saja. Banyak koq anak muda yang punya wawasan keagamaan yang mumpuni namun tetap low porfile dengan ilmunya. Bahkan punya hobi lain di luar basic keagamaan yang tak kalah hebat dengan anak muda lainnya.

Zakhi Hidayatullah (24) atau biasa disapa Bang Zek ini salah satu dari sekian anak muda yang punya bakat (potensi) dalam dunia fotografi dan film. Gayanya yang santai dan casual membuat dia diterima di berbagai kalangan.

Putra asal Lamongan ini pernah mengembara berdakwah syiar agama di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Tumur (NTT). Di sana dia menjadi ustad, mengajari anak-anak mengaji baca Al Quran selama beberapa tahun. Tidak disangka, selama berdakwah di sana Bang Zek melihat kawannya yang sedang asyik menjepret gambar melalui sebuah kamera DSLR. Dalam benak Bang Zek terbesit ingin belajar ilmu fotografi dan suatu saat bisa membeli kamera DSLR.

“Saya mulai tertarik dunia fotografi saat di tugaskan di Pulau Komodo. Ada kawan saya yang punya kamera DSLR. Saya melihat menarik juga ya belajar dan bisa fotografi,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Keinginan dan hasrat belajar fotografi membuncah sekembalinya dia pulang dari Pulau Komodo, NTT. Tidak sampai di situ, jiwa seni fotografi di dalam dirinya terus terasah dengan belajar dan belajar dari satu ‘guru’ fotografi ke guru lainnya, dari tempat pelatihan fotografi ke tempat lainnya dia sambangi demi memperdalam ilmu memotret tersebut.

Dia tidak malu bertanya kepada siapapun soal teknik ilmu fotografi meski kepada kawannya sendiri. Baginya semua orang adalah guru.

“Hampir setiap ada pelatihan foto saya usahakan datang dan ikut belajar,” kata Bang Zek.

Perjuangan Bang Zek ternyata tidak sia-sia. Dari kegigihan semangat belajarnya itu kini dia bisa berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia. Dan bahkan beberapa bulan lalu bisa pergi umrah dari sebuah travel haji. Di sana Bang Zek memotret indahnya Kabah dan Kota Makkah sambil bertugas mengabadikan perjalanan jemaah umrah. Subhanallah, dari hobi berbuah rezeki yang tidak diduga-duga datangnya.

“Saya di Makkah selama 10 hari tugas di sana. Diajak sebuah travel haji dan umrah yang ada di Jakarta,” ungkapnya.

Raut bahagia Bang Zek terlihat, sebab kesempatan itu tidak semua orang dapatkan. Ya kesempatan menyalurkan hobi dan menyambangi Baitullah (rumah Allah SWT) tanpa harus pusing memikirkan ongkos yang lumayan mahal.

Bang Zek yang saat ini juga tercatat sebagai Mahasiswa Magister Komunikasi Dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga dikenal sebagai sosok periang dan hobi memotret kawan-kawannya. Hasil fotonya terbilang ciamik dan layak untuk dipamerkan. hehe

Pernah juga diminta memotret sesi pra Wedding teman seperkuliahannya. Dia tidak memasang tarif bahkan membuat repot kawannya itu. Dia hanya bilang membantu sesama kawan itu ibadah.

“Ane (saya) bantu apa yang ane mampu. Bantu motret saya usahakan. Soal tarif jangan dipikirin,” ujarnya.

Ya itulah Bang Zek dengan gaya casual bercelana levis serta bertopi khasnya. Tidak gengsi terhadap apa yang dia miliki. Soal keilmuan, tokoh idolanya yakni Mohammad Natsir seorang negarawan sekaligus tokoh Masyumi. Baginya, keberanian menjadi cakrawala.

Jiwa mandiri sejak kecil ditinggal ibunya, membuat Bang Zek ini terbiasa bertahan hidup. Dan bersosialisasi dengan siapapun. Kemandirian itu yang membuat kawan-kawan seperjuangannya bisa belajar darinya. Salah satunya cara membuat sambal olahah khas lamongan yang gurih dan bikin ketagihan di lidah.

Semoga generasi milenial bisa belajar dari kehidupan Bang Zek. Belajar merubah keadaan lebih baik, belajar mewujudkan impian (hobi), belajar menjadi orang ikhlas dalam bekerja dan belajar mandiri serta memperluas silaturahim (pergaulan).

 

 

[drs]