Perlukah tanya berapa banyak diberi upah
Pedulikah derasnya keringat yang terperah

Pekik revolusi bergemuruh riah
Lupa arah di negeri berantah

Ada banyak perut terpaksa membusung
Berburu nasi di ambang bingung
Cangkul, arit, dan palu kian karat dipasung

Ladang dan kebun terus tergulung

Tuan, sepanjang pagi ada yang lebih akrab dengan kami
Debu jalanan sebagai pengganti wangi melati

Tuan, sepanjang siang ada yang lebih akrab dengan kami
Asap industri sebagai pengganti rindu terlewati

Jalan hidup serupa tiran
Rela membungkuk pada telunjuk puan
Melangkah, tak melangkah tetap tertekan
Menanti batih dalam dekapan

Libur bukan penghibur, sebab ada lelah yang dilebur

Tak lagi sesal terkubur
Tak lagi kesal terukur
Merdeka itu hanya lembur
Dari cukong dan tuan-tuan pelacur

[Bolang Sang Rimbawan, Puncak, 24 Juni 2017]