Rus, rasa-rasanya masih terdengar suara kereta dari telepon selulerku
Aku memintamu agar kau mau kujemput dengan motor bututku

Meski, setengah ragu. Kau, iyakan paksaanku

Katamu, jawaban itu tertulis karena kau enggan berdebat panjang denganku

Rus, akhirnya aku bertemu
Di bibir jalan kau menungguku
Aku menatapmu sesaat sebelum kau duduk di belakangku
Ada yang menghalangi pandanganku

Rus, sepanjang jalan kau tak keluhkan setiap tanyaku
Seperti sudah sering bersama kau dan aku mencumbu waktu

Satu jam, tak henti kita meneriaki angin dan debu
Sesekali tuli menyelinap di telingaku

Rus, tak habis pikir kenapa tak kupinta kau lepas saja masker hijaumu
Agar aku leluasa menguliti senyummu

Tapi, Rus, ada yang tak kulupa darimu
Aku jatuh cinta pada matamu

[Bolang Rimba]