Pandangan positif dalam melihat suatu masalah, bahwa setiap masalah ada solusinya, dan semua akan baik-baik saja, jika kita terus berusaha dan punya pemikiran yang positif (positive thinking). Banyak sekali lagu dan film yang beraura positif dan bersemangat membangun yang dihasilkan dari karya-karya bernuansa positive thinking. Positive thinking menjadi suatu slogan dan mantra buat orang-orang yang tertimpa kesusahan dan mengalami kemalangan.

Misal, lagu “don’t worry be happy”, yang dipopulerkan oleh Bobby McFerrin yang diambil dari empat kata kutipan terkenal Meher Baba. Dinyanyikan secara a capella, liriknya yang menggelitik dan ritmenya yang asyik mengantarkan musik ini memasuki jenjang nomor satu di tangga Billboard. Menyemangati orang-orang yang sedang kesusahan, lagu ini bisa mengantarkan kita kepada pandangan atau pemikiran positif supaya tidak usah terlalu risau dengan permasalahan hidup kita.

Slogan lain, “all izz well”. Dinyanyikan dan diambil dari film India “3 Idiots”. Film yang mengisahkan kehidupan dari tiga mahasiswa perguruan tinggi di India yang menempuh kesulitan dan menemukan jalan keluar dari masalah-masalah mereka secara jenaka. “All izz well” menjadi semacam mantra bagi ketiganya bahwa “semua akan baik-baik saja”, dan “all izz well” sendiri sebenarnya adalah plesetan bahasa Inggris “all is well” atau “everything will be allright” yang diucapkan dengan aksen yang berbeda.

Slogan berikutnya adalah “Hakuna Matata”. Dipopulerkan dari film “Lion King” yang bercerita tentang kehidupan Simba, seorang anak singa yang menjalani kehidupannya sebelum menjadi raja rimba. “Hakuna Matata” berasal dari bahasa Swahili yang berarti “no worries” atau jangan khawatir. Dinyanyikan oleh Pumbaa dan Timon untuk menghibur dan mengajari Simba supaya tegar dan melupakan masalah di masa lalu.

Sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari lagu atau film untuk kehidupan kita yang lebih baik. Di kitab suci sendiri kita mendapati ayat “inna ma’al usri yusro” yang diulang dua kali dalam surat Al Insyiroh 6-7 yang artinya sesungguhnya bersama kesulitan adalah kemudahan.

Demikian juga di surat Ad Dhuha ayat 4 tertulis “walal akhirotu khoirul laka minal ulaa”, sesungguhnya akhir itu lebih baik daripada permulaan. Jadi kenapa harus khawatir?

Mengapa jadi memusingkan masa depan yang tidak tentu, sementara Allah menjanjikan kebaikan di masa depan? Ini yang perlu ditata dari pikiran kita. Mengutamakan khudznudzon atau berprasangka baik/positive thinking kepada kehendak/janji Allah SWT kepada kita. Tinggal kitanya mau berusaha/berupaya untuk keluar dari masalah atau tidak?.

[Wikan Danar Sunindyo]