Manusia itu, makhluk lemah, tak berdaya, tapi punya banyak hajat dan keinginan. Dan itu tidak akan pernah ada puas-puasnya. Dikasih satu minta dua. Dikasih dua minta tiga. Dan seterusnya.

Tapi bagaimana sebenarnya cara kita menyikapi keinginan dan hajat hidup kita itu sih? Bukankah kita diajarkan berharap hanya pada Allah semata? Bahwa segala keinginan dan harapan kita hanya ditujukan pada Allah. Wajarkah kalau kita punya keinginan? Wajar ya. Ingin punya mobil, punya rumah, punya keluarga, punya anak, istri/suami yang sehat-sehat dan sholeh/sholehah. Boleh kan ya?

Menyikapi keinginan kita yang bermacam-macam itu memang ada tuntunannya.

Pertama, kita memang harus mendasarkan diri pada Allah SWT. Apakah keinginan kita ini baik dan diridloi oleh Allah SWT atau tidak? Apakah jika keinginan kita itu terkabul, akan makin mendekatkan diri kita pada Allah SWT atau justru menjauhkan diri kita pada-Nya? Tentunya kita tidak hanya berdiam diri dan bersikap fatalistis ya. Kita juga diperintahkan untuk berikhtiar dan berusaha sebelum tawakal.

Kedua, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Inilah yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Karena Nabi Muhammad SAW yang akan memberikan syafaatnya kepada kita semua, umatnya hingga akhir jaman.

Ketiga, meminta tolong/bantuan kepada pihak yang tepat. Bisa orang yang mempunyai kuasa atau mempunyai ilmu untuk menyelesaikan masalah kita atau membuat kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Jangan sampai salah orang. Ibarat mau beli emas ke toko bunga, kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan jika menemui orang yang salah. Kalau mau sembuh ya ikhtiarnya ke dokter, bukan ke dukun. Dokter bukanlah penyembuh sakit kita. Karena yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Tapi pergi berobat ke dokter adalah upaya ikhtiar kita untuk mencari kesembuhan. Karena Allah SWT menyampaikan rizki dan anugrah-Nya melalui makhluk-makhluk-Nya.

Keempat, kita meminta kepada diri kita sendiri untuk berupaya dan bekerja keras. Uang tidak akan turun dari langit. Karena mekanisme pemberian rizki dari Allah SWT tidak seperti itu. Uang akan kita dapatkan jika kita bekerja, jika kita menghasilkan manfaat buat orang lain, dan rizki akan mengalir dari sana. Rizki juga akan mudah mengalir jika kita banyak menjalin tali silaturahmi.

Jadi memang supaya keinginan kita bisa tercapai dan terkabulkan, ada dua hal yang perlu kita jaga, yaitu hubungan ke Allah SWT (habluminallah) dan hubungan kepada sesama manusia (habluminannas).

(WDS)