Mungkin dibenak sebagian orang, anak Betawi itu hanya mengandalkan warisan orang tua, bisanya jualin tanah warisan saja, malas sekolah tinggi sampe jenjang kuliah dan tukang kawin (gemar menikah).

Ternyata hal itu tidak selamanya demikian, tidak seperti yang digambarkan di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Dalam sinetron itu diceritakan, anak betawi ketinggalan zaman, bayar sekolah harus jual tanah warisan, gede adat (pikirannya pendek) alias tidak visioner, tidak punya masa depan. “Yang penting hari ini makan,” papar ucapan terlontar dalam adegan sinetron tersebut.

Hilmi Muharromi alias Bang Imi, anak Betawi Cakung ini berhasil menepis anggapan miring sebagian masyarakat perkotaaan. Dia merintis usaha dari nol (bawah), suka duka dalam berbisnis sudah pernah dirasakan. Bangkrut, rugi, tidak balik modal bahkan pernah bisnis kaus sablon hasil patungan dengan kawan-kawan kuliah pun pernah dirasakan meski akhirnya gulung tikar alias bubar.

“Dulu ane pernah patungan bisnis bikin kaus sablon waktu kuliah bareng teman, modalnya patungan. Tapi bubar lantaran manajemen yang belum bagus,” kenang lelaki yang mirip aktor Reza Rahardian ini.

Namun, jiwa bisnis Bang Imi tidak surut. Bangkit dari keterpurukan membuat dia semakin ingin mencoba bisnis yang baru. Kegagalan berbisnis baginya sebuah pelajaran menapak karir untuk melangkah lebih baik lagi.

“Kalau kita udah mentok ide dan modal, ada masalah. Burua-buru ane gelar sajadah, salat, ngadu ke Allah. Pasrah dan ikhlas. Insya Allah nanti ada jalan keluarnya,” ucap Bang Imi.

Pria yang mengidolakan Emha Ainun Nahib ini yakni bahwa, jika manusia sudah pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Allah. Jiwanya bakal tenang dan damai. Hal itu yang menbuat jiwa Bang Imi semakin mantap untuk berusaha memulai bisnis kembali. Selain bisnis jual beli online, juga dia merambah pangsa pasar bisnis anak muda yakni bisnis rokok elektrik yang sedang hits di kalangan anak muda yang dinamainya Easy Vape Store.

Bahkan dari bisnis itu, alhamdulillah Bang Imi bisa membuka lahan pekerjaan dengan cara mempekerjakan beberapa orang karyawan. Dan Easy Vape Store mulai dibuka di beberapa tempat. Mungkin ini suatu keberkahan bagi orang yang ikhlas berbuat baik. Ada ungkapan, “Gusti Allah Ora Sare (Tuhan tidak Tidur),”. Dalam Al Quran juga dikatakan, jika kita berbuat baik, Tuhan bakal memberikan rezeki dari pintu-pintu yang tidak diduga-duga. Dengan catatan yakin dan ikhlas.

Pria yang masih tercatat sebagai mahasiswa Magister Komunikasi Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga ahli IT. Selain berbisnis rupanya Bang Imi ini sudah mempersiapkan masa depan dengan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Ini jarang pada kebanyakan putra Betawi yang masih terbuai dengan “asupan” pemberian orang tua dari warisan. Bang Imi bisa dibilang jadi Roll Model alias iklan berjalan untuk masyarakat di kampungnya. Bahwa anak Betawi tidak selamanya malas, tertinggal dalam pendidikan dan harus menjadi manusia pekerja keras.

Cita-citanya selain membuka cabang bisnis di seluruh Indonesia juga lelaki yang masih single ini punya niat luhur membangun taman pendidikan Al Quran di berbagai wilayah. Basic santri dan bekal ilmu agama yang didapat dari mondok di pesantren beberapa tahun lalu dia ingin amalkan, sehingga menjadi tabungan amal di kemudian hari.

“Pengen banget punya TPA (Taman Pendidikan Al Quran) di tiap wilayah biar bisa ngamalin ilmu,” ujarnya.

Semoga niat mulia da kerja keras Bang Imi bisa tercapai dan menjadi contoh untuk generasi muda lainnya. Bahwa untuk mengapai cita-cita hidup itu butuh perjuangan, hidup itu kerja keras diiringi doa, tawakkal dan ikhlas.

 

 

 

[drs]