Archery 169
Sampaikan Walau satu Ayat

Tak seperti pada umumnya klinik merupakan salah satu fasilitas kesehatan, namun tidak untuk mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Archery 169. Mereka membuka klinik yang berbeda. Kegiatan ini dilaksanakan rutin pada sore hari dengan melibatkan anak-anak di desa Tapos 1, kecamatan Tenjolaya, kabupaten Bogor. Kegiatan ini diprogram sebulan penuh selama menjalankan KKN tersebut.

 

“Suatu Langkah Kecil Untuk Sejuta Impian”. itulah tema yang ditawarkan dari mereka.
Klinik ini merupakan salah satu langkah kecil membantu perkembangan anak-anak desa Tapos 1 di bidang pendidikan. Puluhan anak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Raut wajah gembira dan semangat anak bangsa terpancar saat mereka masuk ke dalam ruang klinik. Tak sedikit dari mereka yang meminta untuk segera memulai kegiatannya.

 

Berlatar belakang jenjang pendidikan anak di desa Tapos 1 masih minim, 75% anak- anak disini hanya sampai Sekolah Menengah Pertama saja. Mereka langsung bekerja membantu orang tua, seperti menjadi kuli bangunan, petani dan buruh pabrik. Maka dari itu kelompok KKN Archery 169 mengadakan klinik ilmu agar menjadi motivasi mereka meraih pendidikan hingga perguruan tinggi. Maka dibuatlah “Klinik ilmu” karena kelompok mahasiswa ini sadar masih banyak anak-anak bangsa yang mengalami krisis ilmu pengetahuan.

 

Sadar bahwa ilmu sangatlah penting, karena dengan ilmu semuanya bisa kita capai. Seperti Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Hendaknya setiap orang yang mendengarnya bersegera menyampaikan ilmu yang dia terima walaupun sedikit, agar semua ilmu yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam terus bersambung.” (Ibnu Hajar Rahimahullah).

 

Dengan demikian Rasul memerintahkan kepada umat Islam baik lelaki atau perempuan untuk menyampaikan ilmu bermanfaat yang ia ketahui, karena tak mungkin seorang muslim tidak memiliki ilmu apapun termasuk tentang agama.

 

Program kerja klinik ilmu archery ini mendapat respon positif dari warga setempat. Banyak warga yang menginginkan klinik Ilmu ini diberlakukan untuk semua kalangan, tidak hanya sebatas bagi anak anak saja.

 

Para warga ingin diajarkan bahasa indonesia, bahasa inggris dan terutama teknologi informasi komunakasi. Kelompok KKN Archery 169 pun menerima masukan dengan baik dan mengatur jadwal yang tepat untuk warga setempat, namun karena keterbatasan sumber daya manusia, untuk langkah awal kami fokus pada anak-anak terlebih dahulu, jika memungkinkan maka kami akan membuka untuk kalangan dewasa.