Gerimis menderai ke penjuru jauh
angin menyingkap waktu senyap meluruh
ada nada tersendat menyayat hiba
tergagap di rongga kata
di tubir takdir yang tak bertanda

Petang datang, segera berganti malam
di luar jendela kedai kopi, perlahan-lahan dingin jatuh menghujam
aku tertegun dan menerawang pernak-pernik pesona
bersenda gurau dengan takdir yang tak terduga

Langit yang semula tampak beku
termangu di lintas kembara waktu
dimanakah cerita yang kau lampiaskan sejak subuh
terbawa sauh kapal yang berlayar ke pulau jauh

Detik-detik jam kian larut
merajut makna berdenyut-denyut
bayang-bayang lampu temaram
mimpi yang lama terpendam

 

 

(Gun Gun Heryanto)