Ilustrasi Photo By Zaky
Ilustrasi Photo By Zaky

Belakangan ini rekanku dihadapkan dengan situasi yang sangat sulit. Dia adalah wanita yang sangat cerdas, cantik dan bagi saya baik sekali agamanya. Namun terkadang ia resah lantaran banyak sekali lelaki yang mendekati dan ingin menikahinya.

Wanita ini bingung, ia menganggap menolak lamaran laki-laki adalah hal yang tidak boleh bahkan berdosa. Ku jawab saja sebelum adanya pernikahan adanya lamaran, lamaran itu kan bisa menerima bisa menolak dan itu hak penuh kepada kamu (wanita). Namun tetap ia merasa kurang berkenan dengan jawaban yang singkat itu. Akhirnya ia berinisiatif bertanya kepada gurunya yang lebih faham terkait hal ini.

Ilustrasi Photo By Zaky
Ilustrasi Photo By Zaky

Setelah ia bertanya kepada gurunya ia pun bercerita;

“Apabila seseorang yang agama dan perilakunya bisa kalian terima meminang putri kalian, maka nikahkanlah dengannya. Jika kalian tidak melakukannya, maka akan menjadi musibah di bumi dan kerusakan yang nyata.” (HR. Tirmidzi)

Belum apa-apa aku sudah diberikan hadist seperti ini, namun ia berkata, hadist ini lebih diperuntukan bagi orang tua / wali yang akan dikhitbah. Jika alasan ia menolak bukan karena agama dan perilakunya sedangkan orang yang dilamar sudah menyukainya maka, sungguh berbahaya dan akan menjadi musibah dan fitnah. Namun jika kamu sendiri ( yang dikhitbah ) tidak suka karena fisik atau harta atau perilaku itu tak masalah jika kamu menolaknya. Yang menjadi masalah jika kamu sangat membenci orang-orang yang salih.

Beliau juga menambahkan, Pernikahan itu seperti gabungan keseluruhan, baik itu agama, ketertarikan fisik dan kepribadian bahkan harta dan itu wajar. Karena pernikahan adalah hal yang suci maka kitapun harus matang mempersiapkannya. Jika kamu tidak menyukainya bisa terbayang apa yang akan terjadi dalam rumah tangga?

Beliau juga berkata,
Jika ada laki-laki yang baik hatinya dan bagus agamanya namun kamu tak cinta karena lain hal, itu wajar. Karena Rassullulah pun pernah menolak beberapa lamaran laki-laki untuk fatimah anaknya, karena Rasul tahu Fatimah hanya mencintai Ali padahal banyak lelaki kaya dibandingnya. Namun jika orang tua kamu / wali kamu menolak sedangkan kamu suka dan sedangkan pula si Pengkhitbah bisa diterima agama dan perilakunya maka celakalah.

Egist Ahmad