@mayushofa26 seusai wisuda
@mayushofa26 seusai wisuda

Mayu Shofa itulah nama lengkapnya. Ia lahir di Talang Padang salah satu desa di pelosok Provinsi lampung. Perempuan berumur 22 tahun berdarah belaster ini membuatnya memiliki karakter unik, ayah garis keturuan Palembang sedangkan ibu dari Solo. Palembang terkenal dengan watak keras, sedangkan Solo dikenal memiliki watak sabar. Kedua sifat itu lah kini melekat kepada seorang Mayu. Meski karakternya keras ia seorang yang penyabar.

Mayu sapaan akrabnya, ia anak pertama dari istri ke kedua. Ayahnya pernah menikah sebelumnya, dikarunia anak empat orang. Setelah wafatnya istri pertama lalu beliau (ayah) menikah dengan Nur Ilyah, dikaruniai 3 orang anak. Dirangkum dari empat nama kakak tirinya, Marwiyah, Yuniar, Subhan, Fadli, maka disingkatlah menjadi Mayu Sofa. Hal ini dilakukan ayahnya dengan harapan kakak-kakak tirinya selalu menyayangi Mayu.

Semula kehidupannya berjalan biasa saja, tak ada yang aneh dan tak ada pula yang unik. Seorang gadis kampung yang mendapat dorongan dari ayah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ayah bernama Khairuddin Bakri, seorang PNS lulusan SMA memiliki gaji yang minim, tak membuat gentar sang ayah untuk menguliahkan anaknya.

Singkat cerita, akhirnya mayu diterima di Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung. Diantar ayah, tinggal di Asrama Mahasiswa. Baru dua hari menjalani Kulta (kegiatan orientasi mahasiswa baru) ia mendapat kabar bahwa ayahnya sakit. Tak butuh waktu lama keesokan harinya sang ayah, idola gadis tomboy ini tutup usia.

@mayushofa26 berfoto keluarga
@mayushofa26 berfoto keluarga

Setelah berduka, kembali lah menapak kaki ke perantauan. Tak lagi mendapat subsidi dari ayah tak membuat putus asa. Memutar otak agar bisa bertahan di ibu kota. Dana Kematian ayahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup ibu berserta dua adiknya saja masih kurang. Berjualan pulsa ide yang pertama muncul, selanjutnya jual bahan kecantikan seperti masker dan bedak.

Setahun berjalan masa kontrak sewa kamar asrama habis. Menumpang kepada sepupu menjadi opsi berikutnya. Kebutuhan semakin membengkak, bekerja paruh waktu di warung makan. Baru tiga bulan berjalan, karena difitnah berimbas diberhentikan oleh sang pemilik. Selanjutnya ia mendapat kabar dosen butuh mahasiswa untuk mengasuh calon anak ke duanya. Tinggallah dirumah itu selama setahun lebih. Pengalaman pertama seumur hidupnya lebaran tidak pulang karena turut ke Malang, mudik di kampung istri sang dosen.

Saat memasuki masa penulisan karya ilmiah memutuskan untuk mengontrak rumah dosen lain, bersama teman teman. “Untung ada dosen baik hati, boleh menyicil pembayaran,” kata nya. Demi mendapat biaya, aktifitas dilakukan diantaranya berjualan keripik singkong aneka rasa dijual serta diedarkan di seluruh fakultas, menjadi MC honorer, panitia tiap kegitan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme), serta mengajar Mengaji dan Kursus rumahan di beberapa tempat.

Selain kesibukan akademik dan pekerjaan, masih sempat untuk mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Capaian yang cukup membanggakan menjadi ketua MPM Fakultas, serta menjuarai lomba karate tingkat mahasiswa se sumatera, serta aktif di salah satu organisasi ekstra kampus. Dari kegiatan itu, memudahkannya untuk mendapatkan berbagaimacam beasiswa prestasi.

Belum lama gadis tomboy nan cantik parasnya itu menyelesaikan kuliah dengan predikat Cum laude. Menjadi angkatan pertama pemilik ijazah UIN Lampung (sebelumnya IAIN lampung). Tetesan air mata keluarga saat wisuda menandakan rasa bangga. Hobinya bersilaturahmi membawa berkah, mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga kontrak staff pilgub Bawaslu Lampung.

@mayushofa26 at Bawaslu Provinsi Lampung
@mayushofa26 at Bawaslu Provinsi Lampung

Kisahnya belum usai, ia kini mendapat tugas untuk menguliahkan adik perempuannya. Mengambil pilihan pendidikan Bahasa iggris di kampus yang sama. Ia mengaku, sebagai seorang wanita bisa kuat seperti ini karena selalu ingat kepada sosok Ayahnya.

N. Efendi –