Manusia diyakini memiliki cita-cita tinggi. Generasi zaman now mana yang tidak memiliki cita-cita tinggi ketika ditanyakan masa depan mereka. Banyak orang melihat hidup mewah, tokoh sukses ketika sudah berhasil, tanpa memperhatikan pelajaran penting, yaitu perjuangan yang menghantarkan mereka ke pintu kesuksesan.

Pendidikan adalah salah satu jalan menuju kesuksesan dan tak bisa dikesampingkan adanya. Untuk meraih kesuksesan, tentu pendidikan formal saja tidak cukup. Era yang serba canggih ini menuntut SDM untuk terus berinovasi. Selain memili kecerdasan intelektual keterampilan dibutuhkan juga hardskill.

Apa yang diperoleh sekarang adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu, pun apa yang kita lakukan sekarang, akan membuahkan hasil di masa depan. Persaingan semakin ketat, banyak tiap muda-mudi kini bergelar sarjana. Akan lebih baik jika kita minimal lebih maju satu langkah dari yang lain. Ijazah penting adanya, tapi ilmu yang bermanfaat jauh akan lebih bermanfaat.

Pernahkah kamu mendapati orang yang berpendidikan tinggi, atau lebih hebat secara akademis nyatanya tidak lebih sukses (pendekatan materi) dari orang yang biasa saja? Tentu kita tidak bisa menyalahkan pendidikannya, namun sebagian dari orang itu adalah pentingnya kemampuan bergaul, membangun jaringan, serta menguasai kemampuan komunikasi yang baik. Kecerdasan emosional ini bisa dibentuk salah satunya dengan berorganisasi. Intinya adalah menjalin silaturahmi salah satunya.

Ilustrasi photo by @Zakhi Hidayatullah
Ilustrasi photo by @Zakhi Hidayatullah

Tindakan menyalahkan takdir tak bisa ditolerir. Dilahirkan dari keluarga miskin tidak boleh dijadikan kambing hitam. Banyak orang sukses dilahirkan dari rahim seorang ibu yang miskin. Dengan kegigihan, keuletan, istiqamah dalam berikhtiar banyak menghantarkan orang miskin menjadi sukses.

Allah menjamin kepada umatnya, barang siapa yang bersungguh sungguh untuk merubah nasibnya, maka Allah akan merubah nasibnya. Janji ini ada dalam firman Allah yang berbunyi:
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka,” (QS.13:11).

Selain berjuang, berusaha dan berikhtiar secara lahir juga harus diimbangi dengan ikhtiar batin yaitu dengan membaca doa dan amalan. Karena tidak ada yang dapat merubah dan menolak takdir kecuali dengan doa.

Seperti sabda Rasulullah dalam sebuah hadist:
“Tidak ada yang dapat merubah dan menolak takdir kecuali doa,” (HR. At-Tirmidzi).
Jika dulu malas, baiknya segera move on dari kebiasaan tersebut. Perbaiki diri, pertajam skill, perbanyak pergaulah, dan tawakal kepada Allah.

Karena, Prediksi era yang akan datang bahwa peran manusia sebagai pekerja akan selalu mendapatkan persaingan dengan tekhnoligi yang semakin canggih. Alat pertanian sudah pakai mesin, transaksi gerbang tol menggunakan e-Tol, mesin penarikan dan setor tunai ATM sudah menjamur hingga pelosok negeri.

N. Efendi